Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Dorong Kemajuan Bangsa

Advertorial, CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 00:00 WIB
Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Dorong Kemajuan Bangsa
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendengar kata Indonesia, banyak yang terlintas di kepala. Salah satunya adalah Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka kekayaan alam. Namun bagi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Indonesia tak hanya cantik dan eksotik. Namun Indonesia memiliki banyak kisah inspiratif, khususnya kisah perjuangan masyarakat dalam menyelamatkan lingkungan.

Kisah perjuangan tersebut ditunjukkan melalui program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), yakni Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) yang diinisasi KemenPUPR. Melalui program ini, masyarakat dirangkul untuk mengubah wajah Indonesia menjadi negeri yang lebih baik.

Faktanya, pertumbuhan populasi manusia selalu diiringi dengan meningkatnya masalah sanitasi. Mulai dari sampah hingga air limbah domestik. Jika biasanya sampah dan air limbah domestik dikenal menyebabkan bau tak sedap dan kotor serta menyebabkan keseimbangan alam terganggu maupun ancaman penyakit, KemenPUPR mengubah pandangan tersebut.


Sampah dan air limbah domestik yang dikelola baik ternyata membawa berkah melimpah bagi masyarakat. Hal ini meyakinkan bahwa apapun yang dibalut oleh inovasi dan kreativitas pasti akan berguna dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa.

Adapun manfaat yang didapatkan adalah terbukanya lapangan pekerjaan di pedesaan berkat pembangunan, daerah yang mengembangkan pariwisata terbantu dengan tata kelola sampah dan air limbah yang baik, dan masyarakat yang tinggal di aliran sungai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Bahkan melalui program ini, sampah bisa disulap menjadi barang yang bernilai sehingga menggerakan sektor produktif untuk masyarakat. Para perempuan yakni ibu-ibu rumah tangga juga bisa berperan aktif dalam mencari solusi untuk lingkungan. Begitu pula para generasi muda yang makin melek membaca karena fasilitas sanitasi di beberapa daerah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadi sarana belajar dan edukasi.

Tak hanya itu, infrastruktur sanitasi turut berkontribusi untuk revitalisasi sungai serta mengatasi masalah stunting pada anak. Hasil tersebut didapatkan melalui pengelolaan sampah dan air limbah domestik.

Program IBM menjadi pelajaran penting bagi Indonesia bagaimana pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi demi kemajuan pembangunan. Membangun infrastruktur bukan hanya membangun fisik, tapi juga menata perilaku masyarakat.

Dari kacamata KemenPUPR, Indonesia bukan cuma kota besar. Banyak desa dan pelosok yang tak boleh luput dari perhatian pemerintah. KemenPUPR telah membuktikan bahwa infrastruktur sanitasi langsung menyentuh jantung permasalahan masyarakat dan harus diteruskan untuk Indonesia yang lebih baik. (adv/adv)