'Sentilan' Jokowi saat Kunjungi Nasabah Pinjaman Mekaar

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 18:15 WIB
'Sentilan' Jokowi saat Kunjungi Nasabah Pinjaman Mekaar Presiden Joko Widodo meninjau penerima pinjaman Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kelurahan Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau usaha nasabah program pinjaman Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (9/1).

Nasabah pinjaman Mekaar umumnya merupakan pengusaha perempuan, mulai dari penjaja jasa tambal ban hingga penjual nasi. Dalam kunjungannya, Jokowi sempat menegur salah seorang pengusaha kecil.

Rumini, nasabah yang sehari-hari berusaha sebagai penyedia jasa tambal ban justru kena sentil Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mulanya menanyakan barang-barang apa saja yang dibeli dari dana pinjaman Mekaar.


"Buat beli lem, Pak," jawab Rumini.


"Masa beli lem Rp2 juta? Kayak saya tidak tahu harga lem saja. Itu Rp2 juta gede loh, masa hanya beli lem. Tolong digunakan dengan baik," kata Jokowi.

Lain halnya dengan Sarma yang menumpahkan curahan hati kepada Kepala Negara. Seorang nasabah pinjaman Mekaar di Tambora, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual nasi mengaku terbantu dengan modal yang diberikan. Pinjaman modal itu, sambungnya, digunakan untuk meningkatkan jumlah lauk-pauk yang dijualnya.

Ia menyebut pinjaman ini membuat keuntungannya meningkat menjadi Rp150 ribu per hari. Namun, ia menyampaikan sedikit keluh kesahnya sebagai penjual nasi di ibu kota.

"Tapi pembeli saya banyak yang kabur, Pak. Kadang mengutang, lalu kabur," keluhnya kepada Jokowi.


"Ya ngutang boleh, tapi setelah seminggu harus ditagih," timpal Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi berpesan agar pinjaman senilai Rp2 juta per penerima bisa menjadi modal guna meningkatkan kapasitas usaha yang dirintis oleh para pedagang perempuan di kawasan itu.

"Jangan sudah diberikan modal Rp2 juta, tapi usahanya tetap saja. Kalau sudah dibantu, ya tambah lagi dong, misal jual gorengan juga. Atau kalau jualan gorengan satu meja, tambah jadi tiga meja," ujarnya.

Tak hanya berharap pinjaman ini bisa membantu pengembangan usaha, Jokowi juga berharap para pengusaha yang dibantu pemerintah tidak menyalahgunakan pinjaman yang diberikan. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Jangan dipakai untuk beli baju baru. Hati-hati, apalagi beli handphone (telepon seluler), hati-hati itu. Tidak kan? Ingat ya, kalau sudah diberi modal Rp2 juta dipakai untuk beli handphone, saya bilang nanti setop pinjamannya," katanya.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan para pendapat pinjaman agar bisa disiplin dalam melakukan pengembalian atas pinjaman yang telah diberikan. Sebab, pinjaman ini memiliki masa pengembalian sekitar 25 minggu.

"Kami mau disiplin mengangsur, disiplin mencicil, tapi usahanya berkembang. Itu yang kami harapkan. Nanti baru ditambah lagi kalau disiplin," ungkapnya.

Jokowi juga berjanji nantinya ia akan mengecek lagi perkembangan usaha dari pinjaman yang telah diberikannya. "Ini akan saya cek terus baik yang di Jakarta, Bogor, sampai Jawa Timur. Saya mau ini jadi usaha mikro yang berkembang terus," imbuhnya.


Pinjaman Mekaar merupakan pinjaman dari PNM sejak 2015. Berdasarkan data Januari 2019, setidaknya ada 4,05 juta penerima pinjaman Mekaar ini. (uli/lav)