Rupiah Kembali Menguat ke Rp14.125 Per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 17:02 WIB
Rupiah Kembali Menguat ke Rp14.125 Per Dolar AS Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.125 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu sore (9/1). Posisi ini menguat 22 poin atau 0,16 persen dari Selasa (8/1) di posisi Rp14.148 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.120 per dolar AS atau melemah dari kemarin sore di Rp14.031 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama renminbi China 0,33 persen, peso Filipina 0,18 persen, won Korea Selatan 0,14 persen, ringgit Malaysia 0,12 persen, dolar Singapura 0,1 persen, dan baht Thailand 0,04 persen.


Namun, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen, yen Jepang minus 0,16 persen, dan rupee India minus 0,46 persen.


Di sisi lain, mata uang utama negara maju pada perdgaangan ini  bertahan di zona hijau. Hanya rubel Rusia yang melemah 0,27 persen dari dolar AS.

Poundsterling Inggris menguat 0,39 persen, dolar Kanada 0,24 persen, dolar Australia 0,23 persen, euro Eropa 0,15 persen, dan franc Swiss 0,11 persen.

Analis Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sikap wait and see pasar atas pertemuan pejabat AS dan China.

"Sebelumnya pertemuan dijadwalkan hanya sekali, tapi menjadi berlanjut, jadi belum ada kesepakatan. Hal ini membuat pasar masih menanti," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/1).


Selain itu, ada pula pengaruh dari belum jelasnya hasil kelanjutan referendum keluarnya Inggris dari zona Eropa (Britania Exit/Brexit). Tak ketinggalan, sentimen sikap bank sentral AS, The Federal Reserve yang tidak agresif (dovish) masih mewarnai pergerakan pasar mata uang.

"Meski kelihatannya, The Fed tak akan membahas kapan mereka akan menaikkan bunga acuan di pertemuan nanti," katanya.

Dari domestik, ada sentimen positif dari rilis cadangan devisa (cadev) yang meningkat dari US$117,2 miliar pada November 2018 menjadi US$120,65 miliar pada Desember 2018.

Berbalik arah dari menguat hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah besok akan bergerak di kisaran Rp14.090-14.160 per dolar AS dengan kecenderungan melemah secara teknikal. Sementara sampai akhir pekan, ia memperkirakan mata uang Garuda bakal bergerak di rentang Rp14.070-14.200 per dolar AS. (uli/agi)