Lapangan Kerja Jadi Isu Krusial Hadapi Puncak Bonus Demografi

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 21:08 WIB
Lapangan Kerja Jadi Isu Krusial Hadapi Puncak Bonus Demografi Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan tahun 2030 angkatan usia produktif usia 15-64 tahun diperkirakan mencapai 200 juta orang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi hal krusial untuk menghadapi puncak bonus demografi. Bappenas memprediksi puncak bonus demografi akan terjadi tahun depan dan berlangsung hingga 2045.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan tahun 2030 angkatan usia produktif usia 15-64 tahun diperkirakan mencapai 200 juta orang. Jumlah tersebut mewakili 68 persen dari total populasi Indonesia. Sedangkan, angkatan tua usia 65 tahun ke atas hanya sekitar 9 persen.

Dengan potensi tersebut, Bambang menegaskan bahwa Indonesia harus mengambil manfaat dari bonus demografi tersebut.



"Bonus demografi ini terkait dengan usia produktif, maka mau tidak mau akan terkait langsung dengan lapangan kerja. Produktivitas hanya bisa muncul kalau bisa dibuktikan di lapangan pekerjaan, dan lapangan pekerjaan itu hanya bisa tumbuh kalau ada yang menciptakan," kata Bambang di kantornya, Selasa (29/1).

Bambang melanjutkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, maka investasi perlu digenjot. Baik investasi yang berasal dari pemodal asing, domestik, maupun investasi dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kami tidak ingin hanya menciptakan UMKM, tapi kami ingin UMKM harus bisa naik kelas sehingga bisa mempekerjakan orang lebih banyak lagi," katanya.


Ia mengatakan pemerintah akan mendorong agar kelompok usia muda tersebut bisa menjadi kelompok ekonomi kelas menengah. Sebab, dengan basis kelompok menengah yang besar maka potensi Indonesia melangkah menjadi negara maju makin besar. Pemerintah sendiri menargetkan Indonesia bisa menjadi negara dengan tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima tahun 2045.

"Negara dengan kelompok menengah yang besar berarti laju konsumsi yang mendorong pertumbuhan ekonomi akan relatf stabil," ujarnya.

Bambang mengatakan target tersebut akan ditopang salah satunya oleh revolusi industri ke-4 dan perkembangan ekonomi digital. Dengan dua faktor tersebut, sektor industri dan jasa diyakini semakin produktif. Imbasnya, peningkatan produktifitas sektor industri dan jasa bakal banyak membuka lapangan kerja. (ulf/agi)