OJK Sebut Kementerian BUMN Sedang Kaji Pemodal Baru Jiwasraya

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 09:52 WIB
OJK Sebut Kementerian BUMN Sedang Kaji Pemodal Baru Jiwasraya Ilustrasi. (Detikcom/Ari Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengkaji investor baru guna membantu proses restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Jiwasraya saat ini tengah mengalami kesulitan likuidutas hingga menyebabkan penundaan pembayaran polis JS Saving Plan senilai Rp 802 miliar yang telah jatuh tempo.

"(Investor baru) tentunya semua masih dikaji oleh Kementerian BUMN," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Selasa (29/1).

Wimboh mengakui Jiwasraya saat ini tengah menghadapi tekanan likuiditas akibat ketidakselarasan (missmatch) antara aset dan kewajiban dalam jangka pendek. Kondisi ini sebenarnya, menurut dia, biasa dialami oleh perusahaan asuransi.



Kendati demikian, pihaknya bersama Kementerian BUMN tengah mengkaji jalan keluar jangka pendek bagi permasalahan Jiwasraya. Salah satunya, yakni pemberian insentif oleh BUMN asuransi tersebut kepada pemegang polis yang bersedia memperpanjang atau roll over asuransinya.

"Sebagian besar (pemegang polis) kami harapkan memperpanjang. Kalau semua mencairkan, asuransi sebesar apa pun akan berat," ungkap dia.

Disamping penyelesaian jangka pendek, menurut Wimboh, Jiwasraya membutuhkan proses restrukturisasi yang menyeluruh. Restrukturisasi, menurutd dia, dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari menambah permodalan hingga meningkatkan jumlah pemegang polis guna menambah pasokan likuiditas yang cekak.


Manajemen Jiwasraya sebelumnya mengaku terpaksa menunda pembayaran klaimnya untuk nasabah produk asuransi yang dijual lewat bank mitra (bancassurance) akibat tekanan likuidutas. Total klaim yang terpaksa ditunda tersebut mencapai Rp802 miliar.

Akibat kondisi Jiwasraya beredar kembali rumor lama terkait rencana akuisisi BUMN Asuransi tersebut oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Namun, kabar tersebut ditepis Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Siapa bilang? Dengar gosip dari mana sih? Jiwasraya oke kok. Tidak, tidak ada, jangan gosip-gosip," kata Rini.

(aud/agi)