Tahun Lalu, BCA Raup Untung Rp25,85 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 08:01 WIB
Tahun Lalu, BCA Raup Untung Rp25,85 Triliun Ilustrasi BCA. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih sepanjang tahun lalu naik 10,9 persen dibanding 2017 menjadi Rp25,85 triliun. Kenaikan laba terutama ditopang oleh pendapatan operasional yang tumbuh 17 persen mencapai Rp17,7 triliun.

"BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada 2018 di tengah kondisi likuiditas sektor perbankan yang mengetat dan tren kenaikan suku bunga," ujar Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadja di Jakarta, Jumat (1/3).

Jahja menjelaskan kredit perseroan pada tahun lalu meningkat 15,1 persen menjadi Rp538 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih perusahaan naik 8,3 persen persen menjadi Rp63 triliun.



Penyaluran kredit BCA tahun lalu, menurut Jahja, terutama didorong oleh kredit korporasi yang mencapai 20,4 persen menjadi Rp213,3 triliun. Kemudian kredit komersial dan UKM naik 13,4 persen menjadi Rp183,8 triliun.

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 9,7 persen menjadi Rp140,8 triliun. Kenaikan kredit konsumsi terutama didorong oleh KPR yang tumbuh 12 persen menjadi Rp87,9 triliun dan outstanding kartu kredit yang tumbuh 11,8 persen menjadi Rp12,9 triliun, sedangkan KKB hanya tumbuh 4,4 persen menjadi Rp40 triliun.


Di sisi lain, dana pihak ketiga BCA pada akhir tahun lalu tumbuh 8,4 persen menjadi Rp629,8 triliun. Mayoritas DPK masih berasal dari dana murah dalam bentuk giro dan tabungan yang mencapai Rp483 triliun.

"Kami perlu beradaptasi di tengah lingkungan bisnis yang dinamis dan pesatnya pertumbuhan institusi-institusi keuangan nonbank berbasis teknologi. BCA terus mengembangkan produk dan layanan dengan memanfaatkan teknologi digital serta tetap melakukan investasi pada jaringan
elektronik dan kantor cabang," pungkasnya. (agi/agi)