Laba Bersih Bank BUKU III Tumbuh Melambat Sepanjang 2018

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 19:05 WIB
Laba Bersih Bank BUKU III Tumbuh Melambat Sepanjang 2018 Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba bersih Bank Umum kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III sepanjang 2018 sebesar Rp38,32 triliun. Angka itu naik 17,65 persen dari posisi 2017 sebesar Rp32,57 triliun.

Mengutip data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK, raupan keuntungan bersih bank BUKU III pada 2018 melambat. Jika dibanding 2017 lalu, laba bersih bank dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun tumbuh mencapai 30,64 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hanya saja, pertumbuhan pendapatan bunga bank umum kategori BUKU III pada 2018 lebih baik dibandingkan 2017. Bila dirinci, pendapatan bunga tahun lalu tercatat Rp280,14 triliun atau naik 4,44 persen dari 2017 sebesar Rp268,23 triliun. Pada 2017 pertumbuhannya hanya 1,13 persen dibanding pendapatan bunga 2016 lalu sebesar Rp265,21 triliun.



Salah satu bank BUKU III, PT Bank Pan Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp3,18 triliun, naik dari sebelumnya Rp2 triliun. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih 3,58 sebesar persen dari Rp8,65 triliun menjadi Rp8,96 triliun.

Pendapatan bunga bersih tak lepas dari performa penyaluran kredit perbankan yang juga tumbuh 8 persen. Secara perhitungan, Bank Panin menyalurkan kredit sebesar Rp151,56 triliun dari Rp140,26 triliun.

Direktur Utama Bank Panin Herwidayatmo menjelaskan perusahaan tak agresif dalam menyalurkan kredit tahun ini. Pasalnya, manajemen Bank Panin cukup sadar masyarakat akan bersikap hati-hati dalam mengajukan pinjaman ke perbankan karena kegiatan pemilu presiden (Pilpres) akan berlangsung tahun ini.

"Tahun politik orang ngerem semua, kami realistis sajalah. Perbankan juga kan industrinya mengikuti gejolak makro ekonomi," tutur Herwidayatmo.


Maka itu, ia menargetkan pertumbuhan kredit pada 2019 minimal sama dengan tahun lalu, yakni 8 persen. Mayoritas penyaluran kredit diramalkan menjangkau untuk sektor komersial.

"Sebenarnya semua lini kami layani, tapi kekuatan Bank Panin dari dulu memang dari sektor komersialnya," jelas Herwidayatmo.

Ia menambahkan perusahaan berencana untuk menerbitkan obligasi tahun ini untuk menambah pendanaan dari eksternal dan melonggarkan likuiditas. Namun, perusahaan belum mau membocorkan nominal yang akan ditawarkan ke pasar.


Secara keseluruhan, laba bersih perbankan nasional sepanjang tahun lalu mencapai Rp150 triliun. Laba tersebut naik 14,4 persen dibanding 2017 sebesar Rp131,16 triliun. (aud/lav)