Naik Kelas ke Buku III, Bank Mantap akan Disuntik Rp500 M

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 14:05 WIB
Naik Kelas ke Buku III, Bank Mantap akan Disuntik Rp500 M Ilustrasi. (bankmantap.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menargetkan dapat naik kelas dari Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) II ke BUKU III pada 2021 mendatang. Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/POJK.03/2016 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, yang masuk kategori BUKU III merupakan bank yang memiliki modal inti Rp5 triliun hingga Rp30 triliun.

"Sesuai core plan kami mungkin 2021 kami naik ke BUKU III. Tumbuh organik," ujar Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso di sela acara Peresmian Kantor Pusat Bank Mantap di Jakarta, Selasa (11/3).

Joseph mengungkapkan perusahaan baru naik kelas ke BUKU II pada tahun lalu dengan modal Rp2,6 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Josephus menyebutkan tahun depan perusahaan kemungkinan akan mendapatkan suntikan modal sekitar Rp500 miliar dari dua entitas pemilik PT Bank Mandiri Tbk dan PT Taspen.


Porsi suntikan modal sesuai komposisi kepemilikan masing-masing entitas, sebesar 51,05 persen dari Bank Mandiri dan 48,39 persen dari Taspen.


Selain itu, perusahaan akan memanfaatkan dana dari laba yang disisihkan. Tahun ini, Josephus menyebutkan membidik laba bersih sekitar Rp400 miliar atau tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut, Josephus mengungkapkan perusahaan ingin terus melakukan ekspansi ke seluruh Indonesia. Tahun ini, perusahaan ingin menambah jaringan seiring target peningkatan jumlah nasabah dari sekitar 80 ribu menjadi 150 ribu nasabah.

"Anggaran untuk teknologi dan penambahan jaringan totalnya Rp200 miliar," ujarnya.

Sampai dengan akhir Februari 2019 total, perusahaan memiliki aset sebesar Rp20,86 triliun atau tumbuh sekitar 38,3 persen, sedangkan posisi Dana Pihak Ketiga mencapai Rp
15,18 triliun atau tumbuh 38,9 persen.

Selanjutnya, penyaluran kredit berkisar Rp 16,33 triliun atau meningkat 42,1 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp14,86 triliun atau tumbuh 54,7 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp64,2 miliar atau menanjak 28,4 persen dari periode tahun sebelumnya.

(sfr/agt)