Wisma Atlet, Riwayatmu Kini

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 10:02 WIB
Wisma Atlet Kemayoran terdiri dari sepuluh tower dan memiliki 7.426 unit kamar. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemarin siang, Kamis (28/3), satu sepeda motor yang ditumpangi oleh dua orang tampak keluar dari gerbang Wisma Atlet Kemayoran di dekat Kali Item, Sunter, Jakarta Utara. Tak jauh dari gerbang, dua orang lainnya berjaga di dalam wisma.

Tempat yang dulunya menjadi tempat tinggal sementara bagi puluhan ribu orang, kini terlihat sepi tanpa penghuni. Tidak banyak petugas keamanan yang berjaga di lahan yang memiliki luas 10 hektare (ha) ini.

Maklum, tujuan utama Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk menampung seluruh peserta Asian Games dan Asian Para Games 2018 yang digelar di Indonesia, khususnya di Jakarta. Keduanya berlangsung pada Agustus sampai Oktober 2018.



Ketika dua agenda itu selesai, keramaian di Wisma Atlet Kemayoran pun ikut redup. Sepuluh tower yang terdiri dari 7.426 unit ditinggalkan pemilik kamarnya yang pulang ke negara atau daerahnya masing-masing.

Hampir seluruh pintu masuk saat ini digembok dan dirantai. Hanya satu pintu masuk di dekat tower tujuh yang tidak digembok dan dirantai, tapi tetap tak memperbolehkan masyarakat biasa masuk ke dalam Wisma Atlet Kemayoran.
Wisma Atlet, Riwayatmu Kini usai Gebyar Asian GamesHampir seluruh pintu masuk saat ini digembok dan dirantai.(CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jangan pikir bisa diam-diam masuk ke kawasan wisma tanpa izin. Walau pihak keamanan yang berjaga sedikit, tapi Wisma Atlet Kemayoran dilengkapi oleh Closed Circuit Television (CCTV).

Sayang, beberapa bagian wisma tampak tak terurus. Warna cat beberapa pintu gerbang bahkan mulai mengelupas akibat karatan.

Di sejumlah pintu masuk ada rerumputan yang tumbuh tak teratur atau terlihat liar. Taman yang seharusnya indah untuk dipandang, sekarang tak lagi demikian.

Belum lagi, beberapa sampah di sekitar pintu gerbang Wisma Atlet Kemayoran dekat Kali Item ikut mengganggu pemandangan. Rerumputan di depan gerbang pun berantakan, ditambah beberapa sampah berupa kemasan plastik berserakan.

Pohon-pohon yang seharusnya membuat suasana Wisma Atlet menjadi lebih rindang, justru mati di beberapa tower. Tepatnya, di depan tower tujuh dan empat.

Sebagian lampu di luar area gedung tower empat ditemukan masih menyala di siang bolong. Hal yang sama terlihat di tower satu, tapi kali ini lampu yang menyala berada di dalam gedung.
Wisma Atlet, Riwayatmu KiniBeberapa lampu di kawasan Wisma Atlet masih menyala di siang hari. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Yang menarik untuk dicermati lagi, jendela kamar terbuka di beberapa unit tower yang berdekatan dengan Taman Sunter. Seakan membiarkan lebih banyak udara masuk ke unit itu, sejumlah tirai putih juga dibiarkan terbuka.

Salah satu petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya mengatakan salah satu perbedaan yang terlihat saat ini adalah pengelolaan tanaman. Rerumputan di sekitar Wisma Atlet Kemayoran sudah lama tak diurus. Padahal, sebelum dan saat Asian Games serta Asian Para Games digelar, ada petugas khusus yang menyirami tanaman.

"Sudah tidak disiram-siram, dulu pakai selang disambung, sekarang sudah tidak. Taman tidak ada yang mantau," ucap petugas itu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/3).

Kendati begitu, ia menyebut beberapa pekerja konstruksi dikerahkan untuk memperbaiki beberapa bagian yang rusak di dalam gedung. Hal itu dilakukan dengan mengecat dinding dan memasang kembali keramik yang rusak.


"Jadi setelah Asian Games dan Asian Para Games kan kosong, sekarang tinggal perbaikan di dalam gedung, beberapa ada yang rusak," ujar dia.

Namun, ia tak mengetahui detail tower mana saja yang sedang dilakukan perbaikan. Hal yang pasti, kegiatan itu rutin dilakukan sejak awal tahun ini.

Meskipun kedapatan cacat di beberapa area, tetapi rerumputan dan pohon di depan tower satu masih rapi. Ada berbagai macam bunga dan pohon yang ditanam di sekitar tower tersebut.

Selain itu, cat pada setiap dinding tower belum mengelupas jika dilihat dari luar gerbang wisma. Maklum, CNNIndonesia.com hanya bisa mengamati dari luar saat itu.

Wisma Atlet Kemayoran memiliki sepuluh tower dengan total hunian 7.426 unit. Sebanyak tujuh tower berada di C10 dengan jumlah sebanyak 5.494 unit dan sisanya ada di C2 sebanyak 1.932 unit.


Petugas keamanan itu mengatakan fasilitas yang disediakan di tiap unit dengan tipe 36 cukup komplit. Tiap unit terdapat dua kamar tidur yang dilengkapi juga dengan kasur, lemari, dan pendingin ruangan. Tak lupa, ada kamar mandi dengan penghangat air dan sofa sebagai pelengkap di setiap kamar.
Contoh kamar di Wisma Atlet sebelum digunakan untuk Asian Games. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
"Tapi kalau fasilitas lain tidak ada, hanya taman. Kalau kolam renang, seperti itu tidak ada. Ini hanya untuk hunian," terangnya.

Seluruh barang furnitur, sambung dia, masih ada di masing-masing unit. Menurutnya, pengelola tak pernah mengeluarkan atau mengurangi fasilitas yang diberikan sejak awal wisma beroperasional tahun lalu.

Saat ini, pemeliharaan Wisma Atlet Kemayoran masih dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Nantinya, aset itu akan dikembalikan ke Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).



Bersambung ke halaman berikut.....
(agi)
1 dari 2