Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan dua indikator yang mempengaruhi PNBP adalah harga komoditas dan volume ekspor. Jika harga dan volume terganggu, maka nominal yang diraih oleh negara ikut menurun.
"Kalau migas dan minerba ini kan komoditas, tren internasional lah jelas," ungkap Jonan, Senin (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini tahun politik untuk indonesia dampaknya ke harga hampir tidak ada. Kecuali sampai membuat tidak bisa produksi," terang Jonan.
Sebagai informasi, PNBP sektor ESDM sepanjang tahun lalu melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Data Kementerian ESDM menunjukkan PNBP di sektor tersebut menyentuh Rp217,5 triliun atau 181 persen dari target, yakni Rp120,5 triliun.
Jonan menyebut raihan PNBP di sektor ESDM meningkat 64,77 persen dibandingkan posisi 2017 yang hanya Rp132 triliun. Bila dirinci, PNBP itu berasal dari sektor migas sebesar Rp163,4 triliun, minerba Rp50 triliun, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rp2,3 triliun, dan sektor lain-lain mencapai Rp1,8 triliun.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)