Jokowi Tanggapi Santai Tuduhan Tol Tak Pangkas Biaya Logistik

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 12:46 WIB
Jokowi Tanggapi Santai Tuduhan Tol Tak Pangkas Biaya Logistik Presiden Jokowi saat meresmikan Tol Pasuruan-Probolinggo. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Probolinggo, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai berbagai keluhan terkait keberadaan tol kebanggannya yang dianggap tidak mampu menurunkan biaya logistik di Indonesia. Menurutnya, menurunkan biaya logistik tidak bisa dilakukan secara instan.

Jokowi mengatakan satu per satu jalan tol yang telah dibangun pemerintah cepat atau lambat pasti akan menurunkan tarif kelogistikan nasional. Tapi, ia mengaku belum memiliki hitung-hitungan pasti terkait kapan dan berapa besar penurunan tarif logistik bisa dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha.

"Urusan logistik, kemudahan transportasi, (dampaknya) akan terlihat, tapi tidak ada sesuatu yang instan. Jangan berpikir ketika dibuka langsung murah, ndak bisa seperti itu, butuh waktu. Perlu proses, tidak instan," ujarnya usai meresmikan Tol Pasuruan-Probolinggo di Jawa Timur, Rabu (10/4).


Lebih lanjut ia mengatakan penurunan tarif logistik akan terjadi karena pemerintah tidak hanya membangun jalan tol, namun juga berbagai infrastruktur lain. Infrastruktur lain tersebut adalah, pelabuhan, bandar udara, dan lainnya.


"Ini semua akan memudahkan dan memurahkan. Yang penting sekarang ini masyarakat diberi pilihan," katanya.

Di sisi lain, ia kembali menekankan pembangunan jalan tol dan berbagai infrastruktur lain sejatinya tidak hanya berdampak positif pada penurunan tarif logistik, namun bagi perekonomian secara keseluruhan.

Pasalnya, pembangunan jalan tol di berbagai lokasi turut memunculkan tempat peristirahatan (rest area). Rest area tersebut, sambungnya, bisa dijadikan lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat sekitar.

"Bahkan kami inginnya jangan ada brand asing di rest area, UMKM minimal harus 70 persen. Itu sudah bolak-balik saya sampaikan," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya muncul keluhan terkait masih tarif logistik yang masih tinggi, meski pemerintahah Jokowi sudah membangun berbagai infrastruktur. Salah satu keluhan datang dari Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo).

Wakil Asperindo Budi Paryanto mengatakan keluhan salah satunya berkaitan dengan tarif Tol Trans Jawa yang tinggi. Menurutnya, pemerintah seharusnya memperhitungkan dengan matang berapa tarif yang cocok untuk truk logistik dengan muatan yang tak seberapa dan waktu tempuh yang relatif lama tersebut.

"Biaya masuk tol ini tidak menyenangkan para supir. Seharusnya ada kompensasi di awal, misalnya harganya dinaikkan secara bertahap," ungkapnya.



(uli/agt)