Sandi Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Jokowi 'Menjebak'

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 20:44 WIB
Sandi Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Jokowi 'Menjebak' Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat debat terakhir Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dalam debat terakhir Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mengatakan pertumbuhan ekonomi 5 persen yang dicapai dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sekarang ini menjebak. Pasalnya, pertumbuhan tersebut tidak bisa membuat kehidupan masyarakat sejahtera.

Dalam debat tersebut, Sandi mengatakan pertumbuhan ekonomi 5 persen tersebut gagal membuat ekonomi di masyarakat bergerak.

"Ibu Nurjanah salah satu contohnya, ia bercerita walau pertumbuhan 5 persen, dagangnya sepi. Sekarang pembeli yang datang ke pasar tradisional sepi," katanya Sabtu (13/4).


Kemudian, Sandiaga menyebut pertumbuhan ekonomi selama Jokowi menjabat kurang menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya. Adapun menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sesungguhnya jumlah penduduk bekerja bertambah dari 114,6 juta orang di 2014 menjadi 124 juta di tahun lalu.


Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan bukan hanya pertumbuhan ekonomi saja yang menjebak. Di era sekarang ini pembangunan yang terjadi di Indonesia juga salah arah.

Kesalahan tersebut tercermin dari pola pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Prabowo menyebut bahwa kekayaan negara Indonesia saat ini justru tidak banyak dinikmati masyarakat Indonesia.

"Banyak mata uang warga negara Indonesia di luar negeri, ini menyimpang dari cita-cita negara," katanya.

Salah arah lain kata Prabowo, juga bisa dilihat dari terjadinya deindustrialisasi. Kondisi tersebut telah membuat Indonesia menjadi pasar bagi bangsa lain. 

"Kami ingin mengubah ini," katanya. 

(glh/agt)