Jokowi Siapkan Super Holding BUMN

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 23:04 WIB
Jokowi Siapkan Super Holding BUMN Capres Petahana Jokowi menyiapkan super holding BUMN. Super holding ini akan memudahkan BUMN untuk mendapatkan pendanaan dan berkembang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) menyebut tengah menyiapkan super holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Super holding BUMN ini akan memudahkan perusahaan-perusahaan pelat merah untuk berkembang.

"Kita akan membangun holding-holding BUMN, konstruksi dan karya, migas, kemudian yang berkaitan dengan pertanian dan perkebunan. Nantinya akan ada super holding," ujarnya dalam debat kelimat pilpres 2019 di Hotel Sultan, Sabtu (13/4).

Menurut Jokowi, BUMN harus berani keluar kandang dan menjadi pelopor untuk ekspansi bisnis ke luar negeri. "Untuk membuka pasar, membuka jaringan, sehingga bisa berkiprah di pasar global."

Kekuatan holding BUMN yang besar, sambung Jokowi, akan memudahkan BUMN mencari permodalan. Apalagi, ia menuturkan banyak proyek besar yang dikerjakan BUMN. Ambil contoh, industri kereta api yang berhasil mengekspor kereta api.


"Kalau ini semua kita lakukan, swasta ikut di belakangnya, inilah yang namanya Indonesia incorporation," jelasnya.

Menanggapi hal itu, capres penantang Prabowo Subianto mempertanyakan pemahaman Jokowi mengenai BUMN. Prabowo menilai rencana pembentukan sejumlah holding BUMN oleh pemerintah tak rasional lantaran pengelolaan BUMN saat ini tak baik.

"Pak Jokowi apa mengerti dan paham apa yang terjadi di BUMN-BUMN kita?" kritik Prabowo soal gagasan holding yang dilontarkan Jokowi dalam debat pilpres.

Prabowo mengambil contoh industri penerbangan, seperti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk selaku BUMN, yang tidak bisa membukukan untung karena keterisian kursi pesawat harus mencapai 120 persen.


"Di Jepang, keterisian kursi pesawatnya cuma 60 persen, ANA, untuk untung. Kalau Garuda, pak, baru bisa untung 120 persen. Berarti tidak bisa untung-untung, begini terus pengelolaannya," tegas Prabowo.


(bin/bir)