Perang Dagang, AS Melunak ke China Agar Damai Cepat Tercipta

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 12:42 WIB
Perang Dagang, AS Melunak ke China Agar Damai Cepat Tercipta Ilustrasi perdagangan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Para juru runding Amerika Serikat (AS) telah melunakkan tuntutan mereka terhadap China dalam perundingan damai perang dagang. Sikap melunak tersebut mereka berikan terkait subsidi industri.

Menurut sumber yang tahu persis dengan jalannya perundingan, AS tidak lagi ngotot meminta China mengurangi subsidi industri mereka. Sikap tersebut diambil karena China menentang keras permintaan AS tersebut.

"Bukannya tidak akan dibahas ya, tapi itu (masalah subsidi) tidak akan dibahas secara sangat rinci atau spesifik," kata satu sumber yang akrab dengan pembicaraan yang mengacu pada masalah subsidi seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/4).


AS dan China telah terlibat perang dagang sembilan bulan belakangan ini. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengenakan tarif impor barang China bernilai US$ 250 miliar.


Perang dagang dikobarkan Presiden AS Donald Trump karena ia merasa China telah melakukan banyak kecurangan dagang dengan negaranya. Kecurangan dagang tersebut telah membuat neraca dagang AS dengan China mengalami defisit besar.

Atas dasar itulah, Trump meminta China menghentikan kecurangan dagang mereka terhadap AS. Salah satu kecurangan yang ia minta segera dihentikan adalah pemberian subsidi yang dilakukan China terhadap industri mereka.

Selain tuntutan tersebut, Trump juga meminta China mengakhiri transfer teknologi secara paksa atas perusahaan AS di China, meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual dan memperluas akses barang AS di China.

[Gambas:Video CNN]

Sumber tersebut mengatakan masalah subsidi industri memang sangat sulit dipenuhi China. Beijing memberikan subsidi dan keringanan pajak kepada perusahaan milik negara dan sektor-sektor yang dipandang strategis untuk pembangunan jangka panjang.

Sementara itu pejabat Kantor Perwakilan Dagang AS yang dimintai komentarnya atas perubahan sikap tersebut menolak untuk menanggapi informasi tersebut.

"Jika negosiator AS mendefinisikan kesuksesan sebagai mengubah cara ekonomi China beroperasi, itu tidak akan pernah terjadi," kata sumber lain dengan pengetahuan tentang pembicaraan perdagangan.

(Reuters/agt)