Terancam Denda Rp71 T, Malaysia Lanjutkan Proyek China

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 06:45 WIB
Terancam Denda Rp71 T, Malaysia Lanjutkan Proyek China Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (AFP PHOTO / POOL / HOW HWEE YOUNG)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pembangunan proyek kereta sepanjang 640 kilometer yang didanai dengan pinjaman China. Ia pada Senin (15/4) mengatakan keputusan tersebut diambil karena Malaysia dihadapkan pada pilihan sulit.

Malaysia akan terkena denda sebesar US$5 miliar atau setara 71 triliun (kurs Rp14.211 per dolar AS), jika proyek tersebut dihentikan. 

"Karena itu, kami memilih untuk kembali ke meja perundingan dan menyerukan kesepakatan yang lebih adil, di mana kebutuhan rakyat Malaysia akan diprioritaskan," katanya seperti dikutip dari AFP, Senin (15/4).


Ia mengatakan kelanjutan proyek kereta tersebut akan berbeda dari rencana awal. Perbedaan salah satunya terdapat pada nilai investasi.


Pada masa pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak, proyek kereta api tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp225 triliun. Pekan lalu, nilai investasi proyek dipangkas tinggal Rp151 triliun.

Selain perubahan nilai investasi tersebut, China juga sepakat akan membantu operasional dan pemeliharaan jalur kereta supaya beban keuangan yang dialami Malaysia atas keberadaan proyek tersebut lebih ringan.

Sebagai informasi, pemerintahan Malaysia di bawah pemerintahan Mahathir beberapa waktu lalu memutuskan untuk membatalkan proyek kereta yang didanai pinjaman China. Pembatalan dilakukan karena Mahathir merasa proyek tersebut bisa memiskinkan negaranya.

Kekhawatiran dipicu oleh nilai investasi proyek yang mencapai US$20 miliar. Investasi tersebut rencananya didanai dengan menggunakan dana pinjaman dari China. 

(AFP/agt)