Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menuturkan ada beberapa skema dalam proses restrukturisasi utang.
"Jadi ada skema yang lancar, ada skema yang ditutupi dengan beberapa pengurangan aset, dan ada skema dari convertible bond (penerbitan obligasi konversi)," katanya, Senin (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti peranan Inalum nanti sebagai calon holding dari Krakatau Steel membantu juga supaya Krakatau Steel lebih kompetitif dan efisien dalam beroperasi ke depan," katanya.
"Masih dikaji semua," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Dalam laporan keuangan perusahaan per September 2018, total liabilitas KRAS sepanjang kuartal III 2018 sebesar US$2,35 miliar. Angka itu naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$2,26 miliar.
Total liabilitas kuartal III 2018 ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar US$1,39 miliar dan liabilitas panjang US$960,99 juta. Sementara, pada kuartal III 2017 total liabilitas pendek hanya US$1,36 miliar dan liabilitas jangka pendek US$899,67 juta.
Dari jumlah tersebut, Mandiri tercatat memberikan kucuran kredit sebesar dalam tiga kategori. Pertama, fasilitas kredit impor dalam dolar AS dengan jumlah maksimum sebesar US$215,6 juta pada 2017 dan 2018.
[Gambas:Video CNN]
Kedua, fasilitas kredit modal kerja dalam rupiah I dengan jumlah maksimum sebesar Rp270 miliar dan fasilitas kredit modal kerja II dengan jumlah maksimum Rp560 miliar. Ketiga, fasilitas modal kerja dalam dolar AS dengan jumlah maksimum US$10 juta pada 2017 dan 2018. (ulf/lav)