Warga Harus Hemat Energi sebelum Beralih ke Energi Terbarukan

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 10:11 WIB
Warga Harus Hemat Energi sebelum Beralih ke Energi Terbarukan Ilustrasi hemat energi. (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat diimbau melakukan gerakan hemat energi sebelum benar-benar beralih ke penggunaan energi terbarukan. Pasalnya, diketahui sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global telah terjadi sejak pertengahan abad ke-20.

"Memang berat untuk beralih ke energi terbarukan karena alasan biaya yang mahal. Tapi, bukan jadi alasan untuk kita tidak menghemat energi yang didapat dari fosil sekarang," ujar Founder Center for Public Relation, Outreach and Communication (CPROCOM) Emilia Bassar dalam forum 'Renewable Energy to Save Earth from Climate Change' seperti dikutip dari Antara.

Perempuan yang juga merupakan aktivis lingkungan itu memaparkan beberapa cara menghemat energi fosil. Salah satunya dengan cara penggunaan transportasi publik, sehingga bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak bumi.


"Kemudian yang kedua di rumah bisa menggunakan lampu LED, dan meminimalisasi penggunaan barang-barang elektronik yang membutuhkan listrik," tuturnya.


Emilia mengatakan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20. Kemungkinan besar penyebabnya yaitu meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca (seperti CO2) akibat aktivitas manusia.

CO2 ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang panjang yang dipancarkan bumi, sehingga panas tersebut akan tersimpan pada permukaan bumi.

"Hal ini akan terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata permukaan bumi terus meningkat," kata Emilia.

[Gambas:Video CNN] (Antara/lav)