Pengelola Pusat Perbelanjaan Hitung Kerugian usai Aksi 22 Mei

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 14:00 WIB
Pengelola Pusat Perbelanjaan Hitung Kerugian usai Aksi 22 Mei Ilustrasi pusat perbelanjaan usai aksi 22 Mei. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) mengaku masih menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei kemarin. Sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan MH Thamrin sejak kemarin memutuskan tutup lebih dini demi alasan keamanan pengunjung dan karyawan.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) Stefanus Ridwan menjelaskan meski pengelola hanya menyewakan tempat bagi tenant, pengelola pusat perbelanjaan harus menanggung biaya tambahan untuk petugas keamanan yang lembur. Selain itu, akibat sepi pengunjung, pengelola juga kehilangan penerimaan dari parkir.

Kendati demikian, Stefanus belum bisa memperkirakan besaran kerugiannya.


"Setiap mal, (kerugiannya) beda-beda," ujar Stefanus kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/5).

Stefanus mengaku masih memantau kondisi pusat perbelanjaan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Kemarin, sejumlah pusat belanja di kawasan Jl MH Thamrin tutup lebih dini demi alasan keamanan pengunjung dan karyawan.


Plaza Indonesia (PI) misalnya, tutup pada pukul 14.00 WIB dan Grand Indonesia (GI) yang tutup pada pukul 15.00 WIB. Biasanya, kedua pusat perbelanjaan itu tutup pada pukul 10 malam.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Grand Indonesia hari ini sudah beroperasi normal. Sementara, Plaza Indonesia masih tutup dan baru kembali beroperasi pada Jumat (24/5).

Selain Plaza Indonesia, Manajemen Gedung Sarinah, pusat perbelanjaan di depan Gedung Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) juga memutuskan untuk kembali menutup operasionalnya pada hari ini, Kamis (23/5).

Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengungkapkan meski situasi sudah berangsur pulih, manajemen masih memerlukan waktu untuk membersihkan sampah dan sisa -sisa demonstrasi yang dilakukan sejak Selasa (21/5) malam. Selain itu, sejumlah akses jalan juga masih ditutup oleh pihak keamanan.

"Mudah-mudahan kalau suasana makin baik besok kami bisa buka," ujar Sugiarta.

Sugiarta mengungkapkan situasi sudah mulai aman tetapi beberapa akses jalan masih ditutup oleh pihak keamanan. Pengelola saat ini masih tetap waspada untuk memantau perkembangan situasi yang di luar kendali.


"Kami upayakan maksimal Sabtu (25/3) sudah beroperasi," ujarnya.

Terkait kerugian, Sugiarta belum menghitungnya. Namun, selama ditutup kemarin, departement store Sarinah kehilangan potensi omzet harian yang rata-rata normalnya mencapai Rp500 juta. Bahkan, di bulan Ramadan, omzet harian Sarinah sempat mencapai dua kali lipat dari normalnya.

Omzet tersebut di luar omzet tenant yang menyewa di Gedung Sarinah seperti McDonalds', KFC, dan Hero.

"Bagaimanapun kami akan mengedepankan keamanan dan keselamatan karyawan dan toko. Bulan Ramadan kan belum selesai mudah-mudahan di sisa waktu kami bisa mengejar pelayanan dan masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan nyaman," pungkasnya. (agi/agi)