China Minta AS 'Ikhlas' Jika Ingin Perundingan Dagang Lanjut

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 18:12 WIB
China Minta AS 'Ikhlas' Jika Ingin Perundingan Dagang Lanjut Ilustrasi perang dagang. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- China memperingatkan Amerika Serikat (AS) terkait perundingan damai perang dagang yang dilakukan dua negara tersebut. Peringatan berkaitan dengan keseriusan AS dalam melanjutkan perundingan.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan jika AS ingin perundingan dagang dengan negaranya tetap berlanjut, Negeri Paman Sam harus mau 'ikhlas' dalam berunding.


"Jika AS ingin terus berbicara, mereka harus menunjukkan ketulusan dan memperbaiki tindakannya yang keliru. Hanya atas dasar kesetaraan dan rasa hormat, perundingan dagang punya kesempatan untuk berlanjut," katanya seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/5).


Hubungan dagang antara AS dengan China kembali memanas. Peningkatan ketegangan tersebut terjadi setelah awal Mei lalu Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memutuskan menaikkan tarif impor barang bernilai US$200 miliar dari China.

Selain kenaikan tersebut, Trump juga masih berencana untuk memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen atas barang impor senilai US$325 miliar asal China. Trump menyatakan pengenaan tarif tersebut dilakukan karena pihaknya melihat China tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan perundingan dagang dengan negaranya.

Kebijakan Trump tersebut langsung direspons China. Mereka menyatakan akan membalas serangan dagang yang dikobarkan oleh AS terhadap mereka. Balasan akan mereka lakukan dengan menaikkan tarif impor barang asal AS bernilai US$60 miliar. Kementerian Keuangan China menyatakan tarif akan mulai diberlakukan 1 Juni nanti. (AFP/agt)