Sri Mulyani Harap Mudik Dongrak Ekonomi Daerah

CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 21:40 WIB
Sri Mulyani Harap Mudik Dongrak Ekonomi Daerah Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan aktivitas mudik tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, sehingga dampaknya terhadap ekonomi diramal lebih besar. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap ritual mudik Lebaran bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun secara nasional pada tahun ini. Menurut dia, aktivitas mudik tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, sehingga dampaknya terhadap ekonomi diperkirakan lebih besar.

Sri Mulyani menjelaskan harapannya bukanlah 'pepesan kosong'. Pasalnya, kegiatan mudik mendorong geliat ekonomi di sepanjang rute mudik. Ia mencontohkan, ketika masyarakat memutuskan mudik melalui tol, maka permintaan terhadap restoran di area peristirahatan alias rest area tentu meningkat.

Ketika aktivitas perdagangan di rest area meningkat, maka hal tersebut akan memberikan sumbangan ke penerimaan daerah. Kalkulasi akhirnya, tentu akan pula memberi kontribusi ke kantong negara.


"Apalagi mereka menyampaikan tidak ada kemacetan, jadi mereka cukup punya waktu untuk konsumsi dan bersilaturahmi. Dampaknya, denyut ekonomi diharapkan mulai terjadi sampai seminggu ke depan," ujar Sri Mulyani di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu (5/6).


Menurut Sri Mulyani, ritual mudik memberi dampak pemerataan ekonomi di Pulau Jawa, tetapi seluruh pelosok.

"Ini tidak terjadi di Jawa saja karena banyak yang melakukan perjalanan mudik ke Jawa, tapi saya lihat spill over-nya sampai ke daerah lain," imbuhnya.

Lebih lanjut, menurutnya, dampak mudik ke pertumbuhan ekonomi akan lebih dulu tercermin dari peningkatan konsumsi rumah tangga. Ia meyakini kinerja indikator ini bakal cemerlang pada kuartal II karena ada sumbangan pertumbuhan lain dari Ramadan, Lebaran, dan Pemilu 2019.

Selain itu, kontribusinya ke konsumsi bisa saja lebih tinggi lantaran tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi yang rentangnya masih cukup terjaga, yaitu tak sampai 3,5 persen secara tahunan.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengatakan dampak peningkatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 juga bisa lebih tinggi karena ada sumbangan dari indikator investasi. Entah mengapa, Sri Mulyani melihat kinerja investasi bisa lebih tinggi pada kuartal kedua karena Indonesia baru saja mendapatkan kenaikan peringkat daya saing dan kredit utang.


Peringkat daya saing Indonesia loncat dari posisi 48 pada 2108 ke 32 pada 2019. Kenaikan peringkat itu diberikan oleh International Institute for Management Development (IMD) belum lama ini.

Sementara kenaikan peringkat kredit utang bagi Indonesia juga baru saja diberikan oleh lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P), yakni dari layak mnejadi di atas level layak alias investment grade. Meski begitu, ia belum bisa memperkirakan seberapa besar peningkatan investasi yang bisa diraih oleh Indonesia.

Secara keseluruhan, Sri Mulyani cukup optimis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,2 persen pada kuartal II 2019. Ia pun memproyeksi ekonomi sepanjang tahun ini mampu tumbuh 5,3 persen.

"Tinggal tantangannya adalah ekspor maupun current account ballance (defisit transaksi berjalan yang berkurang)," terangnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/agi)