Stok Minyak AS Naik, Harga Minyak Dunia Anjlok

CNN Indonesia | Kamis, 06/06/2019 06:53 WIB
Stok Minyak AS Naik, Harga Minyak Dunia Anjlok Ilustrasi. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia anjlok pada Rabu (5/6) waktu Amerika Serikat (AS) dengan harga minyak West Texas Intermediate crude futures (WTI) turun ke level terendah sejak Januari. Pelemahan harga minyak terjadi setelah persediaan minyak mentah AS secara tak terduga melonjak, menambah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.

Harga minyak berjangka menguat sedikit di awal sesi dan kemudian jatuh setelah data inventaris AS dirilis.

Harga minyak berjangka Brent ditutup anjlok US$ 1,34, atau 2,2 persen, pada US$ 60,63 per barel. WTI berakhir US$ 1,80, atau 3,4 persen , lebih rendah pada US$ 51,68 per barel. Selama sesi, WTI menyentuh level terendah di posisi US$ 50,60 per barel, terendah sejak 14 Januari.


Administrasi Informasi Energi mengatakan Produksi minyak mentah, bensin dan stok sulingan AS naik minggu lalu. Persediaan minyak mentah naik 6,8 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penarikan 849 ribu barel, ke level tertinggi sejak Juli 2017 dan sekitar 6 persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.

"Membangun inventaris secara menyeluruh membuat laporan yang sangat bearish," kata John Kilduff, mitra di Again Capital.


Ia menyebut lonjakan impor dan peningkatan produksi AS mendorong persediaan. Menurut data EIA, impor mentah AS bersih naik minggu lalu sebesar 1,1 juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah menambah 100 ribu bph ke puncak baru di 12,4 juta bph.

"Keuntungan inventaris datang meskipun permintaan kuat untuk minyak mentah dari penyuling dan bensin dari driver," katanya.

Harga minyak telah turun tajam di tengah kekhawatiran tentang melambatnya permintaan, tetapi sedikit melonggar pada Selasa setelah pasar saham global reli seiring harapan The Fed dapat memangkas suku bunga. Pasar saham kembali reli pada Rabu.

"Kenaikan kemarin di belakang meningkatnya pasar saham dihentikan oleh kenaikan tajam yang tak terduga dalam minyak mentah AS dan stok produk," kata Commerzbank.


Pasar minyak telah terbebani oleh kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global akibat perang dagang AS-China dan ancaman Presiden Donald Trump pekan lalu untuk mengenakan tarif pada impor Meksiko.

Untuk mencegah kelebihan pasokan dan menopang pasar, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama dengan sekutu termasuk Rusia, telah menahan beberapa produksi sejak awal tahun ini.

OPEC akan menetapkan kebijakannya ketika bertemu akhir bulan ini atau awal Juli.

Menggarisbawahi kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, kepala raksasa minyak Rosneft Igor Sechin mengatakan pada Selasa bahwa Rusia harus memompa sesuka hati dan bahwa ia akan mencari kompensasi dari pemerintah jika pemotongan diperpanjang.
[Gambas:Video CNN]
Seorang pejabat Gazpromneft mengatakan perusahaan-perusahaan minyak Rusia siap untuk meningkatkan produksi jika pasokan dikurangi.

Produksi minyak rata-rata Rusia adalah 10,87 juta barel per hari (bph) pada 1-3 Juni, turun dari rata-rata 11,11 juta bph pada Mei, dua sumber yang mengetahui data resmi mengatakan.

Penurunan tersebut menyusul penemuan pada pertengahan April minyak mentah Ural yang terkontaminasi dalam pipa Druzhba ke Eropa. (Reuters/agi)