Bersama rupiah, beberapa mata uang Asia berada di zona hijau, seperti dolar Hong Kong menguat 0,08 persen dan yen Jepang 0,04 persen. Sementara baht Thailand stagnan.
Sedangkan mata uang lain justru melemah dari dolar AS, seperti dolar Singapura minus 0,01 persen, ringgit Malaysia minus 0,02 persen, peso Filipina minus 0,04 persen, dan yuan China 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dolar Australia melemah 0,13 persen, rubel Rusia minus 0,05 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,04 persen. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan penguatan rupiah masih akan berlanjut pada hari ini.
"Dari internal masih karena kenaikan peringkat utang Indonesia dan inflasi yang relatif stabil, belum ada sentimen baru," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/6).
Sedangkan sentimen dari luar negeri masih dipengaruhi oleh perang dagang antara AS dan China, kebijakan moneter sejumlah bank sentral di dunia. Begitu pula dengan ekspektasi terhadap tingkat suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.
[Gambas:Video CNN] (uli/agt)