Lippo Selesaikan Konstruksi Empat Tower Meikarta pada Agustus

CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019 10:19 WIB
Lippo Selesaikan Konstruksi Empat Tower Meikarta pada Agustus Proyek Meikarta. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengklaim pembangunan Meikarta terus berlanjut meski kasus hukum tengah membelit proyek properti tersebut. Bahkan, perusahaan akan melangsungkan penyelesaian konstruksi (topping) atas empat tower proyek tersebut pada 1 Agustus 2019 mendatang.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan perusahaan juga akan melakukan serah terima kunci kepada pembeli setelah penyelesaian konstruksi tersebut. Setelah itu serah terima kunci, perusahaan akan melanjutkan pembangunan 52 tower sisa.

Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pada 2021 mendatang. "Jadi total ada 56 tower, ini totalnya ada 22.500 unit. Jumlah yang sudah terjual ada 65 persen," ucap John di Jakarta, Kamis (20/6).


Sementara, perusahaan mengharapkan 35 persen unit yang tersisa bisa laris dalam waktu 18-24 bulan ke depan. Dengan kata lain, seluruh unit ditargetkan dapat terjual maksimal pada 2021 mendatang.


Grup Lippo, kata John, sudah membuat jadwal bahwa pembangunan 56 tower ditargetkan selesai pada kuartal IV 2020 atau kuartal I 2021. Dalam hal ini, perusahaan membagi tower itu dalam dua distrik, yakni District 1 dan University District.

"Ini dibagi dua distrik masing-masing 28 tower (dari 56 tower)," imbuh dia.

John menegaskan pembangunan ini merupakan arahan dari pemerintah. Pasalnya, beberapa unit sudah dibeli, sehingga perusahaan harus menepati janji kepada konsumen.

"Nggak terganggu (dengan proses hukum), kami kan mengikuti arahan pemerintah. Kataya disuruh terus jalan, yang penting kan bangun," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi Publik Lippo Grup Danang Kemayan Jati mengatakan pembangunan 56 tower ini dilakukan di atas lahan 84,6 hektare (ha). Lahan tersebut, kata dia, sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah setempat.

"Kami bangun di tempat yang sudah ada izinnya," terang Danang.

Ia menyebut perusahaan fokus pada pembangunan properti di lahan yang sudah mendapatkan izin. Namun, Danang enggan menjelaskan lebih lanjut proses izin lahan Meikarta lainnya yang mencapai 500 ha.

"Total 500 ha itu kan keseluruhan, kami bangun dulu di yang sudah ada izin. Kami bangun dulu apa yang kami janjikan ini," tegas Danang.


Sementara itu, ia tak mengelak jika sempat terjadi pembatalan pembelian oleh sejumlah konsumen beberapa waktu lalu. Namun, jumlahnya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat pembelian.

"Yang beli sama yang mengembalikan banyakan yang membeli, orang yang mengembalikan sedikit karena ada kasus Meikarta jadi dibangun tidak ya, tapi sekarang kan dibangun," jelasnya.

Menurutnya, setidaknya ada penjualan sekitar 30 unit-50 unit dalam sebulan. Sementara, jumlah pembatalan pembelian tak sampai 50 unit.

"Tidak pengaruh ke kinerja, itu minor. Penjualan saja sampai 50 unit rata-rata," pungkas Danang.
(aud/agt)