Trump Tahan Perang Dagang, Prospek Ekonomi Dunia Masih Lesu

CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 11:10 WIB
Trump Tahan Perang Dagang, Prospek Ekonomi Dunia Masih Lesu Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20, Osaka, Jepang, Sabtu (29/6). (REUTERS/Kevin Lamarque).
Jakarta, CNN Indonesia -- Moody's, lembaga pemeringkat internasional, menegaskan kesepakatan perundingan dagang yang dicapai Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak serta merta mengubah prospek ekonomi global. Kedua mencapai kesepakatan pada pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang, akhir pekan lalu.

Moody's menyebut kesepakatan perundingan perdagangan AS dengan China akan meringankan sentimen negatif di pasar keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Sebab, kedua negara sepakat untuk menyetop sementara penerapan tarif selangit untuk barang-barang yang dikirimkan melalui aktivitas ekspor dan impor.

"Karena itu, kami mempertahankan pandangan dasar kami bahwa tarif yang diterapkan sampai saat ini akan memangkas 0,1 persen pertumbuhan ekonomi AS dan 0,2 persen untuk ekonomi China pada tahun ini," tulis Moody's dalam keterangan resmi, Senin (1/7).


Ketidakpastian kebijakan yang berlangsung saat ini disebut masih akan mempengaruhi investasi. "Namun, kami berharap China akan terus melonggarkan kebijakan dalam upaya untuk mengimbangi dampak dari tarif yang ada dan bahwa bank sentral akan, mempertahankan bias mereka dengan kebijakan yang lebih akomodatif," terang Moody's.

Sementara itu, beberapa rincian perjanjian telah dikemukakan. Kedua belah pihak setuju membuat kemajuan dalam menyelesaikan perang dagang, didukung oleh relaksasi AS terhadap Huawei baru-baru ini.

Pun begitu, Moody's menaruh perhatian terhadap perjanjian jangka panjang kedua negara karena perbedaan pendapat AS dan China untuk isu-isu inti, seperti transfer teknologi, hak kekayaan intelektual, kebijakan industri, termasuk kesetaraan untuk perusahaan asing yang beroperasi di China.

"Dengan demikian, berarti pembicaraan masih bisa mengalami kemunduran dan risiko tarif lebih lanjut," jelasnya.


Sebelumnya, dalam pertemuan KTT G20, Trump mengatakan akan menunda tambahan tarif bagi produk impor China senilai US$350 miliar. "Sejatinya, saya bisa mengenakan bea impor itu kalau saya mau, tapi kami tidak akan melakukan hal tersebut. Kami akan bekerja meneruskan apa yang selama ini belum rampung," tutur dia.

Lebih lanjut ia menyebut China akan terus melakukan konsultasi dengan AS, dan China pun diklaim telah setuju membeli beberapa produk agrikultur asal AS. Dalam waktu dekat, AS akan memberikan daftar ekspor produk agrikultur yang sekiranya bisa dibeli oleh China.

"Dan saya yakin kesepakatan ini akan sangat membantu petani di AS. Selama ini, petani sangat tertekan dan selama ini China hanya membeli US$16 miliar produk pertanian dari AS. Kami ingin lebih, di mana uang ini bisa didistribusikan ke petani-petani AS," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Trump, hal ini merupakan momen penting mengingat AS dan China belum memiliki kesepakatan. Kesepakatan ini kian genting setelah dirinya merasa AS diperlakukan tidak adil ketika berdagang dengan China.

"Kami tidak hanya bicara soal defisit perdagangan yang besar, tapi juga dana sebesar US$500 miliar. Tidak boleh lagi ada kejadian seperti ini," tutur dia.


(AFP/bir)