Empat Emiten 'Serbu' Lantai Bursa, Separuh kena Auto Reject

CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 10:19 WIB
Empat Emiten 'Serbu' Lantai Bursa, Separuh kena Auto Reject Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diserbu sejumlah emiten baru. Empat perusahaan resmi melantai di bursa saham pada Selasa (9/7).

Keempatnya adalah PT Eastparc Hotel Tbk, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk, PT Fuji Finance Indonesia Tbk, dan PT DMS Propertindo Tbk.

Saat pembukaan saham perdagangan perdananya, mayoritas harganya melambung hingga dua saham terkena auto rejection atas. Keduanya adalah DMS Propertindo dan Fuji Finance yang sama-sama naik 70 persen ke level Rp340 per saham dan Rp187 per saham.


Saham lainnya, Eastparc Hotel meningkat 49,62 persen ke level Rp199 per saham. Lalu, saham Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG naik tipis 1,4 persen ke level Rp12.275 per saham.


Eastparc Hotel menawarkan 412,63 juta saham atau setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh selama masa penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Selama masa penawaran, perusahaan sektor properti ini menetapkan harga di level Rp133 per saham. Alhasil, Eastparc Hotel meraih dana segar dari IPO sebesar Rp54,88 miliar.

Direktur Easparc Hotel Wahyudi Eko Sutoro mengatakan perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO untuk membangun hotel di kawasan Yogyakarta bernama Eastparc Express. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp115 miliar.

"Langkah masuk BEI merupakan upaya kami untuk meningkatkan kapasitas pendanaan. Kemudian juga menjalankan tata kelola perusahaan yang baik," kata Wahyudi.


Bergerak di sektor yang sama, PT DMS Propertindo Tbk melepas sebanyak 933 juta saham dalam gelaran IPO. Perusahaan menawarkan harga sebesar Rp200 per saham saat masa penawaran umum.

DMS Propertindo berhasil mengantongi dana Rp186,6 miliar dari IPO. Angka itu sesuai dengan target yang ditetapkan DMS Propertindo sejak awal.

Direktur Utama DMS Propertindo Mohamad Prapanca menuturkan manajemen bakal memanfaatkan dana IPO untuk menambah lahan (landbank) di Jawa Barat. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp100 miliar.

"Kemudian kami juga akan menambah modal kerja, untuk operasional perudshaan dan entitas anak kami, PT Padjadjaran Raya dalam bentuk penyertaan modal," ujar Mohamad.


Sementara itu, Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG melalui pemegang sahamnya, PT Sinar Mas Multiartha Tbk melepas 393,75 juta saham atau 37,5 persen ke publik. Saat sama penawaran harga ditetapkan sebesar Rp12.100 per saham dengan nilai Rp4,76 triliun.

Direktur Utama Sinarmas MSIG Life Hamid Hamzah mengatakan tak ada penambahan dana karena perusahaan tidak menerbitkan saham baru. Proses aksi korporasi ini dilakukan melalui divestasi pemegang saham, yakni Sinar Mas Multiartha.

"Masa penawaran awal dilakukan 20-21 Juni, sedangkan masa penawaran umum pada 1-3 Juli," terang dia.

Selanjutnya, Fuji Finance mengantongi dana sebesar Rp33 miliar dari proses IPO. Perusahaan menetapkan harga Rp110 per saham dengan melepas sebanyak 300 juta saham ke publik.

[Gambas:Video CNN]

"Penawaran umum ini komitmen manajemen untuk mengembangkan usaha dengan mengikuti ketentuan tata kelola perusahaan yang baik," ucap Direktur Utama Anita Marta.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memakai dana IPO untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. Selain itu, sisanya digunakan untuk ekspansi tahun ini. (aud/lav)