DPR Pertanyakan 'Hobi' Jokowi Beri Calon Tunggal Pejabat BI

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 16:04 WIB
DPR Pertanyakan 'Hobi' Jokowi Beri Calon Tunggal Pejabat BI Logo BI. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap memberikan calon tunggal ke DPR dalam proses pengisian posisi pejabat Bank Indonesia (BI).

Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir mengatakan kegemaran Jokowi tersebut membuat komisi keuangan tidak punya pilihan dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pejabat BI.

Padahal katanya, fit and proper test pejabat bank sentral nasional seharusnya dilakukan dengan beberapa pilihan calon. Pilihan yang banyak diperlukan agar kandidat terpilih nantinya merupakan yang paling pas dan pantas menduduki kursi regulator kebijakan moneter.


Maklum, BI merupakan lembaga independen. "Tapi dengan kecenderungan calon tunggal, kami tidak memiliki parameter untuk pembanding yang lain," ungkap Hafisz di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/7).


Meski begitu, ia mengakui DPR tak bisa menentang 'kebiasaan' Jokowi tersebut. Pasalnya, sebagai lembaga eksekutif, presiden diberi hak prerogatif yang tak bisa ditentang.

Dengan begitu, Jokowi bisa terus memberikan calon tunggal untuk sejumlah posisi lembaga yang pencalonannya berdasarkan hak prerogatif kepala negara.

"Ya kami tidak bisa juga mempertanyakan hak seorang presiden. Presiden bisa saja ajukan dua, tiga, atau empat nama, nah satu juga bisa," terangnya.

Kendati begitu, menurutnya, pemberian calon tunggal tetap memberi pengaruh pada proses penentuan. Sebab, calon tunggal rentan membuat proses pemilihan berujung pada aklamasi.

[Gambas:Video CNN]

Aklamasi merupakan pemilihan kandidat berdasarkan penegasan lantaran pemilihan hanya diisi oleh satu calon. Hal ini berbeda dengan proses pemilihan Deputi Gubernur BI Doddy Budi Waluyo yang menggunakan sistem pemungutan suara alias voting.

Hal itu lantaran Jokowi memberikan dua nama calon lain untuk mengisi posisi tersebut, yakni Doddy Zulverdi dan Wiwiek Sisto Widayat. "Kemungkinan kami akan aklamasi, tapi kami akan dengarkan mungkin ada satu, dua yang beri pandangan lain atau berbeda," terangnya.

Jokowi mengajukan nama Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti sebagai calon tunggal untuk mengisi jabatan deputi gubernur Bank Indonesia (BI). Sebelum Destry, pencalonan tunggal juga dilakukan Jokowi untuk posisi Gubernur BI, yaitu Perry Warjiyo.

Kala itu, nama Perry disodorkan untuk menggantikan Agus Martowardojo. Setelah menggelar serangkaian fit and proper test, Perry pun dinyatakan layak menjadi bos bank sentral nasional.


Sementara,CNNIndonesia.com menghubungi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP)Moeldoko dan Staf Khusus Presiden Bidang KomunikasiAditaIrawati untuk meminta penjelasan mengenai kecenderungan pemberian calon tunggal bagi posisi pejabat BI dari presiden. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari keduanya. (uli/agt)