Angka tersebut tersebut turun tajam jika dibandingkan kuartal I 2019 yang masih bisa mencapai 3,8 persen.
Kementerian perdagangan Singapura menyatakan penurunan tersebut merupakan yang paling dalam sejak krisis ekonomi melanda dunia pada 2009 lalu. Penurunan tersebut juga melebihi perkiraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perang perdagangan AS-Cina yang sedang berlangsung ... berdampak negatif pada sektor-sektor utama manufaktur dan ekspor Singapura," kata Stephen Innes dari Vanguard Markets, Jumat (12/7).
Sektor manufaktur utama terpukul keras, menyusut 3,8 persen tahun ke tahun, dibandingkan dengan penurunan 0,4 persen pada kuartal sebelumnya.
"Singapura adalah burung kenari di tambang batu bara, sangat terbuka dan sensitif terhadap perdagangan," katanya.
[Gambas:Video CNN] (afp/agt)