Perang Dagang, Ekonomi Singapura Anjlok

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 14:31 WIB
Perang Dagang, Ekonomi Singapura Anjlok Singapura. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonomi Singapura melambat. Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut hanya tumbuh 3,4 persen pada kuartal II 2019 kemarin.

Angka tersebut tersebut turun tajam jika dibandingkan kuartal I 2019 yang masih bisa mencapai 3,8 persen.

Kementerian perdagangan Singapura menyatakan penurunan tersebut merupakan yang paling dalam sejak krisis ekonomi melanda dunia pada 2009 lalu. Penurunan tersebut juga melebihi perkiraan.


Stephen Innes dari Vanguard Markets mengatakan penurunan kinerja ekonomi Singapura tersebut salah satunya disebabkan oleh perang dagang yang saat ini sedang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dengan China. 


"Perang perdagangan AS-Cina yang sedang berlangsung ... berdampak negatif pada sektor-sektor utama manufaktur dan ekspor Singapura," kata Stephen Innes dari Vanguard Markets, Jumat (12/7).

Ekonom Maybank Kim Eng Research di Singapura Chua Hak Bin mengatakan Singapura sensitif dengan masalah perang dagang. Sensitifitas tersebut bisa dilihat dari kinerja sektor manufaktur Singapura saat perang dagang terjadi.

Sektor manufaktur utama terpukul keras, menyusut 3,8 persen tahun ke tahun, dibandingkan dengan penurunan 0,4 persen pada kuartal sebelumnya.

"Singapura adalah burung kenari di tambang batu bara, sangat terbuka dan sensitif terhadap perdagangan," katanya.

[Gambas:Video CNN] (AFP/agt)