Fakta Realisasi Investasi yang Terus Dikeluhkan Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 08:50 WIB
Fakta Realisasi Investasi yang Terus Dikeluhkan Jokowi Ilustrasi investasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di penghujung periode pertama menjabat sebagai presiden, Joko Widodo berkali-kali mengeluhkan capaian investasi yang melempem. Padahal, investasi sebenarnya menjadi cara utama pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Jokowi juga kembali menekankan pentingnya investasi dalam pidato bertajuk visi Indonesia tadi malam (14/7). Ia menyebut bakal memangkas seluruh hambatan investasi dan menggencarkan reformasi birokrasi.

Mantan Wali Kota Solo ini bahkan mengaku tak segan memecat pejabat, bahkan membubarkan lembaga yang dianggap mengganggu proses tersebut.


Bagaimana sebenarnya capaian investasi selama periode pertama kepemimpinan Jokowi? 

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada sepanjang 2014 mencapai Rp463,1 triliun atau naik 16,2 persen dibanding periode yang sama tahun ini. Sebagai catatan, Jokowi pertama kali menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2014. 


Pada 2015 yang merupakan tahun pertama Jokowi penuh memerintah, realisasi investasi naik 17,8 persen menjadi Rp545,5 triliun. Angka ini bahkan melebihi target sebesar Rp519,5 triliun.

Pada 2016, capaian investasi tumbuh sedikit melambat sebesar 12,4 persen menjadi Rp612,8 triliun. Perlambatan terutama terjadi pada investasi asing yang hanya tumbuh 8,4 persen menjadi Rp365,9 triliun.

Lalu pada 2017, realisasi kembali tumbuh lebih baik sebesar 13,1 persen menjadi Rp692,8 triliun. Realisasi tersebut tercatat kembali melampaui target yang dipatok pemerintah sebesar Rp678,7 triliun.

Namun pada sepanjang tahun lalu, realisasi pertumbuhan investasi mendadak anjlok hanya sebesar 4,1 persen. Total investasi yang tercatat mencapai Rp721,3 triliun.


Akibat melambatnya realisasi investasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu juga hanya mampu mencapai 5,17 persen atau di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen. 

Sementara hingga kuartal I 2019, realisasi investasi tercatat hanya meningkat 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp195,1 triliun. Penanaman modal asing bahkan turun 0,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp108,9 triliun.

Adapun dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintahan Jokowi 2015-2019, investasi (Pembentuk Modal Tetap Bruto) diproyeksi tumbuh 8,1 persen pada 2015, 9,3 persen pada 2016, dan 10,4 persen pada 2017. Lalu 11,2 persen pada 2018 dan 12,1 persen pada 2019.

Dengan proyeksi tersebut rata-rata pertumbuhan ekonomi 2015-2019, menurut target RPJMN, mencapai 7 persen. Namun, realisasinya, rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir masih di kisaran 5 persen.

[Gambas:Video CNN] (agi/agi)