Anak Usaha Lippo Group Serahkan Lahan ke Pemkot Makassar

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 00:09 WIB
Anak Usaha Lippo Group Serahkan Lahan ke Pemkot Makassar CEO Lippo Karawaci John Riady. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk menyerahkan lahan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dan fasilitas umum Jalan Metro Tanjung Bunga kepada Pemerintah Kota Makassar.

Penyerahan itu terkait dengan dukungan perseroan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam akselerasi pembangunan di kota tersebut. Penyerahan lahan secara simbolis itu digelar di Makassar, Rabu (17/7).

PT GMTD sendiri adalah anak usaha dari PT Lippo Karawaci Tbk.  Acara penyerahan simbolis di kantor gubernur itu dihadiri oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, CEO Lippo Karawaci John Riady serta jajaran petinggi Lippo Group.


Associate Director PT GMTD Andi Eka Firman Ermawan mengatakan penyerahan fasum dan fasos itu merupakan dukungan penuh perusahaan kepada pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan di Kawasan Tanjung Bunga.

Penyerahan itu terdiri dari lahan stadion Barombong seluas 3,3 ha dengan nilai investasi Rp330 miliar dan Jalan Metro Tanjung Bunga sepanjang kurang lebih 7 km dengan nilai investasi Rp2,1 triliun kepada Pemerintah Kota Makassar.

"Diharapkan dengan penyerahan tersebut pemanfaatan jalan tersebut bisa lebih optimal, termasuk peningkatan jalan serta pembangunan jembatan di Barombong," kata Eka dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (18/7).


Pada 1997, perseroan membangun Jalan Metro Tanjung Bunga yang menghubungkan kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dan Takalar. Selain pembangunan jalan utama, perusahaan itu juga mulai membangun infrastruktur dan fasilitas pariwisata di dalam kawasan Tanjung Bunga, yakni Pantai Akkarena yang kini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Makassar.

Eka menegaskan keberhasilan membangun dan mengembangkan kawasan Tanjung Bunga menjadi kota mandiri adalah hasil kerja keras dari seluruh pihak, baik dari pemerintah, masyarakat dan internal perusahaan sendiri.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sebelumnya mengatakan bahwa penyerahan aset itu disebabkan perseroan tertarik dengan desain pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan Tanjung Bunga. Di sisi lain, dia menuturkan, pihaknya tak memiliki kesepakatan khusus dalam penyerahan lahan berikut fasilitas umum tersebut.

"Yang membuat mereka [PT GMTD] lebih tertarik adalah kita punya desain pengembangan kawasan Tanjung Bunga itu sehingga mereka mau serahkan ke kita akhirnya. Setelah itu kita serahkan ke Pemkot Makassar," ujar Nurdin. (asa/asa)