Aksi Ambil Untung Angkat Rupiah ke Rp14.213 per Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 17:37 WIB
Aksi Ambil Untung Angkat Rupiah ke Rp14.213 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.213 dolar AS pada perdagangan Kamis (8/8) sore. Posisi tersebut menguat 0,08 persen dibanding Rabu (7/8) yang di Rp14.225 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.231 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.275 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada dalam rentang Rp14.199 per dolar AS hingga Rp14.240 per dolar AS.

Sore hari ini, mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,01 persen, rupee India menguat 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,15 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,16 persen.


Kemudian, yuan China menguat 0,23 persen, baht Thailand menguat 0,25 persen, peso Filipina menguat 0,36 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,47 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju juga menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,15 persen, euro menguat 0,17 persen, dan dolar Australia menguat 0,34 persen.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan penguatan rupiah sore hari ini dirasa wajar lantaran pelaku pasar sudah mulai mengambil untung atas pelemahan rupiah yang terjadi sepekan terakhir.

Hal ini, lanjut dia, juga ditopang oleh cadangan devisa yang menguat sehingga ketersediaan valas masih mumpuni. Adapun pada Juli lalu, BI mencatat cadangan devisa sebesar US$125,9 miliar atau meningkat US$2,1 miliar dibanding bulan sebelumnya yakni US$123,8 miliar.

"Nampaknya dua hal itu cukup ampuh untuk mengangkat rupiah pada hari ini," ujar Deddy kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/8).

Lebih lanjut menurut dia, sentimen positif juga datang dari kelanjutan negosiasi dagang antara AS dan China. Sebab, delegasi AS berencana mengundang China ke Washington DC dalam waktu dekat.

"Setidaknya kondisi ini bisa meredakan kekhawatiran pasar," jelas dia.
[Gambas:Video CNN] (agt/agt)