Di awal bulan ini, AS mengancam akan mengenakan tarif terhadap produk impor asal China senilai US$300 miliar mulai 1 September mendatang. Artinya, jika berlaku, AS mengenakan tarif terhadap seluruh produk impor asal China.
Namun, Presiden AS Donald Trump akhirnya menunda rencana tersebut hingga pertengahan Desember untuk beberapa jenis barang seperti telepon seluler, laptop, dan barang konsumsi lainnya. Tujuannya, untuk meredam dampak kenaikan harga barang pada musim liburan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BI Pangkas Bunga Acuan ke Level 5,5 Persen |
Lebih lanjut, saat ditanya apakah AS telah mengangkat isu Hong Kong dengan China saat negosiasi dagang, Feng mengingatkan pernyataan Trump sebelumnya yang menyatakan Hong Kong merupakan bagian China. Karenanya, intervensi AS tidak diperlukan. "Saya berharap AS memegang kata-katanya," tuturnya.
Akhir pekan lalu, Trump memperingatkan jika China menanggapi aksi demonstrasi di Hong Kong dengan kekerasan layaknya tragedi Tiananmen pada 1989, kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan AS akan sulit dicapai.
[Gambas:Video CNN] (reuters/sfr)