"(Sidang dugaan kartel tiket pesawat) September, minggu pertama. Kami menunggu Pak Kurnia Toha (Ketua KPPU) kembali dari ibadah haji. Ketua majelisnya beliau," ujar Anggota Komisioner KPPU Chandra Setiawan, Rabu (28/8).
Ia menuturkan agenda persidangan awal adalah pemeriksaan pendahuluan. Dalam agenda itu, sambung dia, investigator KPPU akan membacakan dan menyerahkan Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) yang dilakukan oleh terlapor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Komisioner KPPU Guntur Saragih menyebut KPPU telah mendapat alat bukti yang cukup untuk membawa kasus ini ke meja persidangan. Ia menuturkan KPPU akan memberikan kesempatan kepada pihak terlapor kesempatan perubahan perilaku saat pemeriksaan pendahuluan.
"Pengajuan perubahan perilaku ini, tapi harus diterima oleh majelis terlebih dahulu. Jika diterima itu bisa tidak masuk dalam pemeriksaan lanjutan," jelasnya.
KPPU mulai mencium kasus kartel tiket pesawat lantaran harga tiket melonjak sejak akhir tahun lalu. Tepatnya, usai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air sepakat melakukan kerja sama operasi (KSO).
Dengan bergabungnya Sriwijaya Air kepada Garuda Indonesia Group, otomatis hanya terdapat dua pemain besar di industri penerbangan, yakni Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)