KPPU Bakal Gelar Sidang Kartel Tiket Pesawat Awal September

CNN Indonesia | Rabu, 28/08/2019 20:02 WIB
KPPU Bakal Gelar Sidang Kartel Tiket Pesawat Awal September Ilustrasi aktivitas penerbangan pesawat. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bakal menggelar sidang dugaan kartel harga tiket pesawat pada awal September 2019. Persidangan merupakan tahap lanjutan setelah kasus itu melewati proses penyelidikan dan pemberkasan.

"(Sidang dugaan kartel tiket pesawat) September, minggu pertama. Kami menunggu Pak Kurnia Toha (Ketua KPPU) kembali dari ibadah haji. Ketua majelisnya beliau," ujar Anggota Komisioner KPPU Chandra Setiawan, Rabu (28/8).

Ia menuturkan agenda persidangan awal adalah pemeriksaan pendahuluan. Dalam agenda itu, sambung dia, investigator KPPU akan membacakan dan menyerahkan Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) yang dilakukan oleh terlapor.

Untuk diketahui pihak terlapor dalam kasus ini adalah Garuda Indonesia Group terdiri dari Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air. Pihak terlapor lainnya adalah Lion Air Group meliputi Lion Air, Wings Air, dan Batik Air.

Namun demikian, Chandra mengaku tidak mengetahui jumlah alat bukti yang disiapkan tim investigator.

"Nanti LDP pada sidang pertama akan diserahkan oleh investigator," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisioner KPPU Guntur Saragih menyebut KPPU telah mendapat alat bukti yang cukup untuk membawa kasus ini ke meja persidangan. Ia menuturkan KPPU akan memberikan kesempatan kepada pihak terlapor kesempatan perubahan perilaku saat pemeriksaan pendahuluan.

Perubahan perilaku yang dimaksud adalah ketika terlapor mengakui kesalahannya, maka KPPU tak akan menggelar persidangan lagi yang berisi pemeriksaan lanjutan.

"Pengajuan perubahan perilaku ini, tapi harus diterima oleh majelis terlebih dahulu. Jika diterima itu bisa tidak masuk dalam pemeriksaan lanjutan," jelasnya.

KPPU mulai mencium kasus kartel tiket pesawat lantaran harga tiket melonjak sejak akhir tahun lalu. Tepatnya, usai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air sepakat melakukan kerja sama operasi (KSO).

Dengan bergabungnya Sriwijaya Air kepada Garuda Indonesia Group, otomatis hanya terdapat dua pemain besar di industri penerbangan, yakni Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.
[Gambas:Video CNN]


(ulf/lav)