Sekadar informasi, RIM merupakan perluasan dari rasio pinjaman terhadap pendanaan, atau kerap disebut Loan to Funding Ratio (LFR). Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa besar ruang perbankan di dalam menyalurkan kredit.
Secara rinci, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan sebelumnya RIM dihitung dari kredit dan surat berharga yang dimiliki bank dibagi dengan pendanaan ditambah surat berharga yang diterbitkan bank. Namun, di dalam formulasi baru, RIM dihitung dengan formulasi kredit dan surat berharga yang dimiliki bank dibagi dengan pendanaan ditambah surat berharga yang diterbitkan bank ditambah pinjaman yang diterima perbankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, pertumbuhan kredit pun melambat. Data BI menunjukkan, pertumbuhan kredit pada Juli terbilang 9,6 persen secara tahunan (year-on-year) atau melemah dibanding bulan sebelumnya 9,9 persen.
"Setelah kami hitung, perubahan formulasi dengan memasukkan wholesale funding ini bisa meningkatkan kapasitas perbankan sebesar Rp128 triliun dalam menyalurkan kredit," tutur dia.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengatakan perubahan formulasi RIM bisa kian efektif setelah BI menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) dan menurunkan ketentuan uang muka untuk kredit properti dan kendaraan.
Menurut dia, penurunan suku bunga acuan BI dan perubahan formulasi RIM ditujukan untuk memperbaiki penyaluran kredit dari sisi penawaran. Sementara itu, pelonggaran Loan to Value (LTV) ditujukan untuk menggerakkan kredit dari sisi permintaan.
"Jika demand-supply ini ada dorongan, maka kami harapkan ekonomi bisa bergerak naik," pungkas Perry.