Sekadar informasi, RIM merupakan perluasan dari rasio pinjaman terhadap pendanaan, atau kerap disebut Loan to Funding Ratio (LFR). Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa besar ruang perbankan dalam menyalurkan kredit.
Sesuai formulasinya, rasio likuiditas ini dihitung dari penyaluran kredit dan surat berharga yang dimiliki bank dibagi dengan pendanaan ditambah surat berharga yang diterbitkan bank.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, nilai RIM 35 bank ini pun tidak serta merta meningkat meski BI akan mengubah formulasi perhitungan RIM. Di dalam hitungan barunya, RIM dihitung atas penyaluran kredit dan surat berharga yang dimiliki bank dibagi dengan pendanaan ditambah surat berharga yang diterbitkan bank ditambah pinjaman yang diterima perbankan.
Jika sudah begitu, 35 bank tersebut berpotensi terkena disinsentif berupa denda dari BI karena memiliki RIM di bawah 84 persen. Adapun, denda dihitung berdasarkan parameter disinsentif sebesar 0,1 dikali dengan selisih antara batas bawah RIM dan RIM bank tersebut dan kemudian dikali lagi dengan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dimiliki.
"Kami juga tidak akan encourage (mendorong) bank untuk menyalurkan kredit kalau tidak punya permodalan yang kuat. Kami tetap memperhatikan profil risikonya," jelas dia.
Kendati terdapat 35 bank yang dianggap belum maksimal menyalurkan kredit, BI mencatat rata-rata nilai RIM perbankan saat ini mencapai 93,14 persen atau mendekati batas atasnya yakni 94 persen.
Pasalnya, mayoritas perbankan ternyata memiliki nilai RIM di atas 94 persen. Berdasarkan data BI, terdapat 42 bank yang memiliki RIM di atas 94 persen, atau 37,17 persen dari total bank di Indonesia yang berjumlah 113 bank.
Dengan perubahan formulasi RIM, ia menaksir bahwa jumlah bank yang memiliki angka RIM di rentang 84 persen hingga 94 persen akan bertambah menjadi 42 bank. Dengan demikian, semakin banyak perbankan yang mempunyai ruang untuk menyalurkan kredit lebih kencang.
"Dengan perubahan formulasi ini, maka kapasitas perbankan untuk menyalurkan kredit bertambah Rp128 triliun dan bisa membawa pertumbuhan kredit hingga akhir tahun mencapai 10 persen hingga 12 persen," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (glh/sfr)