Pasar Modal Lesu, Sri Mulyani Fokus Jaga Makro Ekonomi

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 20:15 WIB
Pasar Modal Lesu, Sri Mulyani Fokus Jaga Makro Ekonomi Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah tetap fokus menjaga sektor makro ekonomi Indonesia ketika kinerja pasar modal terkoreksi dalam beberapa hari terakhir. Tujuannya, agar tetap mampu menjaga kepercayaan pelaku pasar atas prospek ekonomi Tanah Air ke depan.

Dalam dua hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan pelaku pasar asing marak melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar. IHSG terkoreksi 0,41 persen ke posisi 6.206 pada Senin (23/9) dan 1,11 persen ke posisi 6.137 pada Selasa (24/9).

Pelemahan pasar modal kebetulan terjadi ketika isu perlambatan ekonomi global dan resesi terjadi di beberapa negara. Sementara dari dalam negeri, ada sentimen aksi unjuk rasa alias demonstrasi dari kalangan mahasiswa yang menolak sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dianggap kontroversial.


Kendati begitu, Sri Mulyani enggan menebak apa sebenarnya penyebab utama terjadinya koreksi di pasar modal dalam negeri. "Kami mungkin harus melihat dalam konteks yang besar," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/9).

Lebih lanjut, ia hanya menekankan bahwa pemerintah akan terus fokus menjaga sektor makro, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca transaksi berjalan, dan lainnya. Selain itu, turut memantau kinerja perusahaan negara dan swasta di berbagai sektor industri.

"Kami berharap ini bisa menjadi jangkar bagi penyelesaian masalah ini. Sehingga ini bisa mengurangi atau menghilangkan berbagai macam sentimen yang sifatnya sesaat atau karena ada faktor lain," ungkapnya.

Sementara Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo melihat kinerja pasar modal nasional terkoreksi karena sentimen politik di dalam negeri. Hal ini merujuk pada aksi unjuk rasa oleh kalangan mahasiswa yang mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk tidak mengesahkan sejumlah RUU.

[Gambas:Video CNN]
"Dalam arti kata orang sedang mencari katalis positif, namun kebetulan beritanya politik yang lagi kurang bagus," ujarnya.

Kendati begitu, Laksono optimis kinerja pasar modal dalam negeri akan segera pulih. Sebab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta lembaga legislatif untuk menunda pembahasan dan pengesahan sejumlah RUU tersebut.

"Diharapkan dalam beberapa hari ini kondisinya bisa lebih normal. Dalam arti sentimen politik, kalau tidak berkelanjutan, IHSG bisa balik lagi ke posisi yang lebih fundamental," tuturnya.

(uli/lav)