Tahun ini, penghematan cost recovery dari skema yang diterapkan sejak 2017 lalu itu diperkirakan mencapai US$1,66 miliar atau sekitar Rp23,24 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS) . Angka itu meningkat 84 persen dari tahun lalu, US$0,9 miliar (Rp12,6 triliun).
"Insyaallah, tahun depan, kami bisa hemat cost recovery diperkirakan sebesar US$1,78 miliar (Rp24,92 triliun)," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, harga gas di Lapangan Jambaran Tiung Biru. Proyek yang sempat terhenti ini, akhirnya dapat berjalan lagi setelah dilakukan pemotongan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$500 juta, sehingga harganya dapat diturunkan dari US$9 per mmbtu menjadi US$7,6 per mmbtu.
"Untuk beberapa lapangan yang perlu dikembangkan, insyaallah kami masih ada ruang untuk menurunkannya. Tapi bagi hulu (gas) yang sudah berproduksi, (penurunan harga) kadang-kadang ini agak susah," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (sfr)