Ia bilang masih akan mempertimbangkan standar keamanan pada armada Sriwijaya Air sebelum kembali menempelkan logo Garuda Indonesia. Setidaknya, memastikan standar keamanan Sriwijaya Air memenuhi kriteria yang ditetapkan Garuda Indonesia.
"Kami yakinkan 100 persen nanti kami pasang lagi," katanya, Kamis (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia bilang layanan perawatan pesawat akan kembali diberikan secara bertahap. "Kami harapkan dalam waktu dua bulan ke depan sudah normal seperti sebelumnya," tuturnya.
Hal itu diungkapkan oleh dua direktur Sriwijaya Air yakni, Direktur Operasi Fadjar Semiarto dan Direktur Teknik Ramdani Ardali Adang. Keduanya telah resmi mengundurkan diri dari posisinya pada Senin (30/9) silam.
Tak hanya itu, Ramdani mengungkapkan tenaga kerja teknisi Sriwijaya Air juga terbatas. Ia merinci tiga teknisi dan dua mekanik digenjot untuk bekerja selama 12 jam. Padahal, untuk merilis pesawat layak terbang, mereka perlu beristirahat.
[Gambas:Video CNN]
"Saya terus terang, sejak putus GMF hingga saat ini, saya khawatir sekali HIRA-nya cukup merah. Memang, belum terjadi sesuatu, tapi dari indikasi tersebut berpotensi terhadap penerbangan. Surat kami tidak dipedulikan, lebih baik mengundurkan diri," katanya belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Ari memastikan standar keamanan Sriwijaya Air akan kembali pulih sejalan dengan berjalannya kembali KSM dengan Garuda Indonesia.
"Kalau kami Garuda Indonesia, pasti standar safety-nya cukup tinggi," tandasnya. (ulf/bir)