Sebelumnya, Suminto menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Kemenkeu. Ia menggantikan posisi Andin Hadiyanto yang kini menduduki jabatan baru sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara.
Di dalam sambutannya, Sri Mulyani mengatakan tugas Suminto tidak lah ringan. Sebab, gejolak ekonomi yang penuh ketidakpastian dan banyak zona ekonomi yang terancam memasuki resesi seharusnya membuat Indonesia kian waspada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini mengatakan Indonesia sudah menjadi anggota G-20 dan memiliki berbagai keanggotaan di organisasi keuangan dunia, seperti Bank Dunia dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Namun, ia berharap Indonesia tak cuma menjadi penonton semata. Indonesia harus berani menyuarakan pendapatnya di berbagai organisasi tersebut.
Selain melantik Suminto, Sri Mulyani juga melantik dua pengurus baru Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit yakni Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana Kabul Wijayanto dan Direktur Penghimpunan Dana Sunari.
BPDP Sawit merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah naungan Kemenkeu. "Saya minta BPDP Sawit juga fokus dalam merencanakan dan menghimpun dana yang dapat men-generate pekerjaan dan nilai tambah sawit dalam negeri," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)