Sebelumnya, peringkat daya saing Indonesia merosot 5 peringkat dari 45 menjadi 50 dalam laporan "The Global Competitiveness Report 2019". Laporan itu dirilis World Economic Forum (WEF) pada pekan ini.
Namun, hal ini tak serta merta menunjukkan pemerintah Indonesia tidak melakukan apapun. Pasalnya, skor daya saing Indonesia hanya turun 0,3 persen menjadi 64,6, meski secara peringkat turun hingga lima posisi. Posisi Indonesia sebelumnya, kini ditempati Bahrain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengendus Kebangkitan Petral Jilid II |
"Itu nanti akan diresmikan dan diumumkan pada awal pemerintahan baru Pak Jokowi, sekarang kami tuntaskan dulu, mudah-mudahan beberapa hari ini tuntas," ungkapnya.
Di sisi lain, ketika Indonesia tengah berbenah, negara-negara lain justru mampu melaju lebih cepat dalam mengerek tingkat daya saingnya. Singapura misalnya.
"Sebenarnya Singapura menyontek dari AS dan Eropa. Malaysia juga, bukan 'nyontek' lah dia, tapi meniru dia sempurnakan," katanya.
Sebagai informasi, posisi 10 besar ditempati oleh Singapura, AS, Hong Kong, Belanda, Swiss, Jepang, Jerman, Swedia, Inggris, dan Denmark. Sementara Malaysia berada di peringkat ke-27, China ke-28, Filipina ke-64, Vietnam ke-67, dan India ke-68.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)