Pelaku Usaha Kompak Dukung Sri Mulyani Kembali Jadi Menkeu

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 10:21 WIB
Pelaku Usaha Kompak Dukung Sri Mulyani Kembali Jadi Menkeu Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku usaha menyambut baik keputusan Presiden Jokowi untuk kembali memilih Sri Mulyani Indrawati menjadi menteri keuangan pada periode II pemerintahannya.

Ketua APINDO Hariyadi Sukamdani menyampaikan bahwa Sri Mulyani merupakan sosok yang dapat mengelola anggaran dan mendukung pertumbuhan sektor riil.

Ia menyebut Sri Mulyani tidak sembarangan. Menurutnya, Sri Mulyani berbeda dengan menteri-menteri keuangan sebelumnya yang hanya melihat APBN dari sisi penerimaan saja . Ia bisa memainkan APBN sebagai stimulus pertumbuhan.


"Kalau Bu Sri Mulyani. Dia memainkan dua-duanya dengan bagus artinya fungsi untuk penerimaannya dia jaga tapi fungsi stimulusnya dia juga selalu perhatikan," jelas Hariyadi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/10).

Senada dengan Hariyadi, Wakil Ketua Umum APINDO Suryadi Sasmita mengatakan para pengusaha sangat menghormati Sri Mulyani dan beliau merupakan sosok yang tepat meneruskan Kementerian Keuangan.

"Jadi, semuanya percaya penuh atas kemampuannya ibu Sri Mulyani itu sebagai menteri keuangan. Bahkan, waktu ada desas desus (Sri Mulyani) mau jadi menko (menteri koordinator bidang perekonomian) kami khawatir begitu soalnya menko kan enggak bisa mengambil keputusan. Kalau ini (menkeu) kan bisa," ujar Suryadi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Shinta Widjaja Kamdani mengatakan masuknya Sri Mulyani dalam bursa calon menteri dapat membuat pelaku pasar lebih optimistis terhadap stabilitas ekonomi makro nasional dalam lima tahun mendatang.

"Karena track record (rekam jejak) beliau dalam menciptakan stabilitas ekonomi makro sangat bagus sehingga pelaku pasar bisa confident (yakin) terhadap stabilitas iklim usaha nasional," ujar Shinta.

Ia juga menyebut peran Sri Mulyani pada periode sebelumnya sangat signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi makro nasional dan menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional secara umum.

"Kinerja beliau sebagai menkeu di periode lalu dianggap realistis, rasional dan responsif terhadap dinamika global meskipun dari sisi kebijakan fiskal masih banyak masalah untuk bisa mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi seperti yang dibutuhkan pelaku usaha," jelasnya.

Menurut Shinta, kebijakan yang dikeluarkan Sri Mulyani untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional merupakan prestasi terbaik. Ia mengingatkan pengambilan kebijakan yang tidak rasional, tidak responsif atau tidak realistis terhadap perekonomian nasional di tengah gejolak ekonomi global dapat membuat Indonesia mudah tergelincir dalam krisis.

"Khususnya ketika terjadi fluktuasi nilai tukar yang drastis di akhir tahun lalu," ujar Shinta.

[Gambas:Video CNN] (hns/sfr)