Pria kelahiran Makassar, 16 Maret 1955 ini menempa pendidikan bidang Hukum di Universitas Hasanuddin pada tahun 1983. Kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Lembaga Administasi Negara (LAN) pada 1999.
Syahrul Yasin Limpo mengawali kariernya sebagai politikus partai Golkar. Di partai Beringin itu, Yasin pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar wilayah Sulawesi Selatan pada 1993 hingga 1998.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekuasaan Yasin terus berlanjut hingga dirinya ditunjuk sebagai Bupati Kabupaten Gowa sebanyak dua periode berturut-turut, yakni pada tahun 1994-1998 dan tahun 1998-2002.
Yasin kemudian mencicipi perebutan kursi tertinggi pemerintahan daerah Sulawesi Selatan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2002. Kala itu Yasin mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Amin Syam sebagai calon Gubernur.
[Gambas:Video CNN]
Melalui dukungan partai Golkar, Amin dan Yasim berhasil memenangkan Pilkada Sulawesi Selatan Periode 2003-2008 dengan perolehan 52 persen suara. Keduanya sekaligus mengalahkan pasangan Nurdin Halid-Iskandar Mandji dan pasangan Aksa Mahmud-Malik Hambali.
Selanjutnya, pada Pilkada Sulawesi Selatan tahun 2008, Yasin kembali bertarung. Kali ini ia memperebutkan kursi Gubernur Sulawesi Selatan, ditemani Agus Arifin Nu'mang sebagai calon Wakil Gubernur.
Keduanya didukung sejumlah partai yakni, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).
Yasin juga memiliki pengalaman politik alternatif di sejumlah lembaga. Di antaranya menjadi Sekretaris DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada tahun 1990-1993, kemudian Ketua DPP Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan pada tahun 1993-1998, dan juga Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FORKI) Sulawesi Selatan pada tahun 2004-2008. (wis/lav)