Regulator Beri 'Lampu Hijau' Rencana IPO Saudi Aramco

CNN Indonesia | Minggu, 03/11/2019 16:56 WIB
Regulator Beri 'Lampu Hijau' Rencana IPO Saudi Aramco Ilustrasi. (Fayez Nureldine / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Regulator telah menyetujui permintaan perusahaan energi Saudi Aramco untuk melantai di bursa saham. Penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Aramco ini diperkirakan menjadi yang terbesar di dunia.

Dilansir dari AFP, Otoritas Pasar Modal Saudi tidak memberikan rincian waktu pelaksanaan IPO, namun diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan Desember.

"Regulator pasar telah mengeluarkan resolusi yang menyetujui perusahaan minyak Saudi Aramco untuk pendaftaran dan menawarkan sebagian sahamnya," tulis regulator dalam pernyataan di situs resminya, Minggu (3/11).


Aksi korporasi ini merupakan salah satu dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperbaiki ekonomi dan menghilangkan ketergantungan pada minyak selama puluhan tahun.

Perusahaan ini ditaksir memiliki valuasi mencapai US$1,7 triliun. Sumber AFP mengungkap Aramco diperkirakan menjual lima persen sahamnya di dua bursa berbeda. Dua persen akan didaftarkan di Tadawul atau Saudi Stock Exchange pada Desember. Sedangkan tiga persen akan didaftarkan pada bursa saham luar negeri.

Namun, Aramco telah mengonfirmasi kabar tersebut. Saudi Aramco mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana saat ini untuk listing saham asing.

"Untuk bagian pencatatan (internasional), kami akan memberi tahu Anda pada waktunya. Sejauh ini hanya ada di Tadawul," kata Chairman Aramco, Yasir al-Rumayyan dalam konferensi pers.

Awalnya, Aramco akan melantai di bursa pada Oktober. Sayangnya proses tertunda, karena ketidakpuasan Pangeran Mohammed terhadap perhitungan valuasi perusahaan yang diperkirakan mencapai US$2 triliun.

Saudi Aramco pun telah mengonfirmasi kabar IPO tersebut. Mereka telah menyatakan akan mendaftar di Saudi Stock Exchange.

Aksi korporasi ini pun dinilai menjadi 'tonggak sejarah' bagi perusahaan energi tersebut. Pangeran Mohammed telah menyarankan Aramco IPO sejak 2016.

Aramco menghasilkan sekitar 10 persen minyak dunia. Perusahaan ini dinilai sebagai perusahaan paling menguntungkan secara global dan menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi Saudi. Debut ini pun membuat Saudi berupaya untuk 'merayu' para investor dengan cara mengumumkan dividen tahunan sebesar US$75 miliar.

Sayangnya, investor institusi di London dan New York sempat mempertanyakan dan meragukan transparansi perusahaan terhadap praktik tata kelola dan penilaian korporasi.

"Fungsi penting IPO di dalam negeri adalah untuk memproyeksikan kepercayaan pada perusahaan terhadap pasar internasional," ujar Peneliti European Council on Foreign Cinzia Bianco kepada AFP.

Bianco pun mengungkap aksi ini memungkinkan Pangeran Mohammed untuk menunjukkan dia telah menepati janji untuk menyelesaikan sesuatu dan bisa meyakinkan investor internasional.

[Gambas:Video CNN] (AFP/age)