Sri Mulyani Ungkap Tempat 'Siluman' untuk Tilap Dana Desa

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 19:53 WIB
Sri Mulyani Ungkap Tempat 'Siluman' untuk Tilap Dana Desa Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kementeriannya mendapatkan laporan bahwa Dana Desa diselewengkan. Penyelewengan dilakukan dengan modus; menyalurkan Dana Desa ke desa baru yang tak berpenghuni.

Ia mengatakan semenjak Dana Desa digelontorkan, banyak desa baru yang bermunculan. Tapi setelah dicek,  nyatanya tak berpenghuni.

Ia menduga desa tak berpenghuni tersebut sengaja diciptakan demi mendapatkan dana pemerintah. Sri mengatakan kabar  soal keberadaan desa tak berpenghuni tersebut baru didengarnya dari Kementerian Dalam Negeri.


Kabar diterima kementeriannya usai Presiden Jokowi mengumumkan kabinet barunya beberapa waktu lalu.

"Kami mendengar beberapa masukkan karena adanya transfer yang 'ajeg' dari APBN, maka sekarang muncul desa-desa baru yang bahkan tidak ada penduduknya. Hanya untuk bisa mendapatkan (dana desa)," kata Sri di rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (4/11).

Namun, Sri tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak ataupun nama, dan lokasi desa fiktif tersebut. Ia hanya mengatakan agar masalah tersebut tidak berulang, pihaknya akan memperketat penyaluran Dana Desa.

Selain itu, pihaknya juga akan menyelidiki mekanisme pembentukan desa, dan identifikasi jumlahnya, lokasi, susunan pengurusnya. "Kami akan lakukan verifikasi terhadap munculnya fenomena tersebut," katanya.

Pemerintah sejak beberapa tahun belakangan ini menggelontorkan Dana Desa untuk menggenjot pembangunan di daerah. Tercatat, sampai dengan 2019 ini, total dana yang sudah disalurkan ke desa mencapai Rp257 triliun.

Meskipun demikian, Sri Mulyani mengatakan keberadaan dana tersebut masih belum banyak mengurangi desa yang tertinggal di Indonesia.

"Walaupun kita sudah berikan setiap tahunnya, kita masih banyak lihat desa, sekitar 20 ribu yang masih kategori desa tertinggal," ungkapnya.

(ara/agt)