Ia menjelaskan pencairan anggaran bansos cocok dilakukan lebih dulu lantaran memberi dampak langsung ke masyarakat. Dengan begitu, manfaat pelaksanaan APBN 2020 dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya para wong cilik.
"Dari sisi belanja, kami lakukan langsung ke masyarakat, apakah itu untuk Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, semuanya bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan program," ucap Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, pencairan proyek infrastruktur harus lebih dulu melalui proses penawaran proyek atau lelang. Tahapan itu memakan waktu yang tidak singkat.
Bahkan, setelah lelang dilakukan dan tender diberikan ke sebuah perusahaan pun, masih harus dilaksanakan tahapan pengadaan (procurement) barang dan jasa.
Kendati begitu, Sri Mulyani bilang sudah ada beberapa anggaran proyek infrastruktur di Kementerian PUPR yang akan cair lebih dulu pada awal pelaksanaan APBN 2020. Sayangnya, ia enggan merinci anggaran untuk proyek apa saja.
"Untuk beberapa program yang sudah multiyears, itu langsung bisa dilangsungkan (dicairkan anggarannya), biasanya di Kementerian PUPR," tuturnya.
Di sisi lain, bendahara negara kembali mengingatkan agar kementerian/lembaga segera melakukan pencairan anggaran program pada awal pelaksanaan APBN 2020. Sebab, ia tidak ingin pencairan anggaran baru membengkak jelang tutup tahun pelaksanaan APBN.
Sementara untuk anggaran Kementerian PUPR, Sri Mulyani memberikan Rp120,21 triliun. Anggaran kementerian yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljono itu dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp43,97 triliun, konektivitas Rp42,95 triliun, dan permukiman Rp22 triliun.
Kemudian untuk perumahan Rp8,48 triliun, pengembangan sumber daya manusia Rp525,2 miliar, pembinaan konstruksi Rp725 miliar, pembiayaan infrastruktur Rp263,8 miliar hingga dukungan manajemen, pengawasan serta pengembangan inovasi sebesar Rp1,08 triliun.
Anggaran juga akan dialokasikan untuk mendukung lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas sebesar Rp4,89 triliun, infrastruktur pendukung PON XX di Papua Rp 793 miliar, dan dukungan infrastruktur pendidikan dan pasar Rp6 triliun.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)