Ma'ruf Amin Minta BUMN Tak Lagi Urus Bisnis Skala Kecil

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 19:40 WIB
Ma'ruf Amin Minta BUMN Tak Lagi Urus Bisnis Skala Kecil Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak lagi mengurusi usaha skala kecil. Menurut Ma'ruf, ekonomi kecil mestinya diserahkan kepada para pengusaha kecil.

"Kami akan dorong agar perusahaan-perusahaan besar, BUMN, tidak lagi mengurusi urusan ekonomi kecil, biar diserahkan ke para pengusaha kecil saja," ujar Ma'ruf di sela acara Silaturahmi Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11).

Ia ingin agar para pengusaha kecil bisa berkembang lebih besar. Upaya ini diyakini Ma'ruf dapat mendorong ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Ia tak ingin para pengusaha kecil ini ibarat menderita stunting yang sulit berkembang.


Sebagai catatan, stunting merupakan kondisi kerdil seorang anak akibat malnutrisi dan infeksi kronis. Program pencegahan stunting sendiri diketahui menjadi prioritas pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf.

"Para (pelaku) ekonomi kecil juga kami kembangkan agar tidak kecil terus, kalau kecil terus itu namanya stunting," ucapnya.

Dorong Ekonomi Syariah

Di sisi lain, Ma'ruf juga mendorong kemajuan ekonomi syariah yang saat ini diklaim berkembang pesat di Indonesia. Terdapat sejumlah lembaga keuangan maupun perbankan yang melandaskan pada prinsip syariah. Bahkan, kata dia, telah ada beberapa lembaga non-pemerintah berbasis syariah seperti MES dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam.

"Ekonomi syariah, keuangan syariah sudah jadi sistem nasional. Jadi kalau tidak maju ini memang keterlaluan, oleh karena itu kita ingin ke depan ekonomi syariah lebih cepat dan lebih baik lagi," katanya.

Ma'ruf menuturkan, salah satu upaya untuk memajukan ekonomi syariah di antaranya dengan mengembangkan perbankan, pasar modal, dan asuransi berbasis syariah. Ia mendorong para pengusaha juga turut menjadi nasabah perbankan syariah.
[Gambas:Video CNN]
Ketua Umum MUI nonaktif ini meyakini keberadaan ekonomi dan keuangan syariah akan makin diterima masyarakat Indonesia. Namun visi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, menurutnya, harus diletakkan sebagai pilihan aktivitas ekonomi yang rasional bagi masyarakat.

"Sehingga ekonomi dan keuangan syariah bukan merupakan hal yang eksklusif tapi menjadi bersifat universal sesuai dengan prinsip rahmatan lil alamin," tuturnya.
(pris/sfr)