Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya meramalkan laju indeks akan didorong rilis data ekonomi Indonesia. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$161 juta pada Oktober 2019. Posisi ini berbanding terbalik dari September 2019 yang defisit US$160 juta.
"Potensi penguatan akan terlihat hingga beberapa waktu mendatang," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan meramalkan IHSG cenderung tertekan. Ia bilang sentimen positif dari dalam negeri masih minim.
Di sisi lain, lanjutnya, ketidakpastian global masih membayangi laju IHSG. Investor menanti kesepakatan dagang dagang AS-China.
Ia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6.020-6.059 dan resistance 6.142-6.186. Di tengah potensi koreksiIHSG ia merekomendasikan beli saham PTIndofoodCBP Sukses MakmurTbk (ICBP) dan PT HMSampoernaTbk (HMSP).
[Gambas:Video CNN]
IHSG terpantau menguat pada perdagangan Jumat (15/11). Indeks ditutup di level 6.128 naik 29,39 poin atau 0,48 persen. Namun, sepanjang pekan indeks saham turun 0,80 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,80 persen ke posisi 28.004, S&P 500 naik 0,77 persen ke level 3.120, dan Nasdaq Composite naik 0,73 persen menjadi 8.540.
(ulf/sfr)
IHSG terpantau menguat pada perdagangan Jumat (15/11). Indeks ditutup di level 6.128 naik 29,39 poin atau 0,48 persen. Namun, sepanjang pekan indeks saham turun 0,80 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,80 persen ke posisi 28.004, S&P 500 naik 0,77 persen ke level 3.120, dan Nasdaq Composite naik 0,73 persen menjadi 8.540.