Jokowi Sudah Tetapkan Nama Bos PLN Baru

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 15:11 WIB
Jokowi Sudah Tetapkan Nama Bos PLN Baru Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menetapkan nama bos baru PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).  Meskipun demikian, ia enggan membuka nama bos baru PLN yang baru saja dipilih oleh Jokowi tersebut.

"Yang jelas saya sudah tanda tangani, mudah-mudahan segera dilantik," kata Pramono, Senin (25/11).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Kementerian BUMN telah mengajukan beberapa nama calon bos PLN kepada Jokowi. Salah satu nama yang diajukan adalah mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.


Diketahui, Rudiantara pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di PLN pada 2008 lalu. Kemudian, ia juga pernah menjadi Wakil Direktur Utama di PT Semen Indonesia (Persero).

Selain itu, Rudiantara juga pernah menjabat di posisi penting di sejumlah perusahaan telekomunikasi, seperti PT Telkomsel dan PT XL Axiata Tbk.

Arya menyatakan Rudiantara dicalonkan karena ia memiliki pengalaman sebagai profesional dan pernah berkarir di sejumlah perusahaan. Maka itu, pemerintah memandang Rudiantara bisa menjadi salah kandidat untuk memimpin PLN.

"Dia pernah pegang perusahaan besar juga, jadi paham. Dia (mantan) menteri dan dari profesional. Jadi punya pengalaman karena beliau pernah di perusahaan besar," ujar Arya.

Hanya saja, Arya enggan mengonfirmasi kalau Rudiantara sudah resmi dipilih oleh Jokowi untuk menjadi direktur utama PLN atau tidak. Menurutnya, surat penunjukan yang dikeluarkan oleh Jokowi hanya bisa dibuka oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Surat dari presiden ke menteri. Kalau surat sudah dilihat pak menteri (BUMN) maka akan dibuat Surat Keputusan (SK) dan ditandatangani. Nanti yang menyerahkan bisa wakil menteri," paparnya.

Posisi dirut PLN sampai saat ini masih diduduki oleh pelaksana tugas. Posisi kosong setelah Direktur Utama Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi Proyek PLTU Riau 1.

Arya menyatakan selain mengisi jabatan direktur utama, pemerintah dalam waktu dekat ini juga akan merombak susunan direksi PLN. Hanya saja, ia tak menyebut pasti bagian apa yang akan diganti.

"Direksi ada perubahan, akan ada. Adalah pokoknya," pungkas Arya. (FRA, DAU/agt)