"Jadi bagaimana sebanyak mungkin dari dalam negeri, agar biaya lebih murah karena pasar kan besar. Barang raw material juga punya," ucap Luhut, Rabu (17/10).
Dia mengklaim sumber daya manusia (SDM) di Indonesia mumpuni untuk memproduksi bahan baku untuk kebutuhan pengembangan kendaraan listrik. Nantinya, perusahaan juga bisa bekerja sama dengan pihak dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pembangunan SPKLU sangat penting untuk mengembangkan kendaraan listrik di dalam negeri. Ditambah, hal tersebut juga bisa mengurangi polusi yang saat ini semakin mengkhawatirkan.
[Gambas:Video CNN]
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan MoU ini merupakan bentuk dukungan PLN bersama pihak-pihak lain untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan yang sudah ditandatangani sejak 12 Agustus 2019.
"Dalam Pasal 23 ayat 2 ada penugasan untuk PLN terkait penyediaan infrastruktur kendaraan bermotor listrik," kata Sripeni. (aud/lav)