Bos OVO: Lippo Tidak Lepas Saham

CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 17:03 WIB
Bos OVO: Lippo Tidak Lepas Saham Manajemen OVO klaim Lippo tidak melepas saham perusahaan dompet digital tersebut. (CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur Ovo Karaniya Dharmasaputra membantah Lippo Group melepas dua pertiga saham dompet digital tersebut.

"Tadi, istilah lepas saham itu kan kurang tepat. Sekali lagi saya ulang ya supaya tidak salah kutip," tegasnya, Kamis (28/11).

Karaniya memaparkan perusahaan sedang mencari penambahan modal sehingga kepemilikan saham akan terdilusi. Dalam pencarian modal ini, pendiri perusahaan mengundang pemodal lain untuk menambahkan modalnya.


"Dalam hal itu bukan melepas saham. Modalnya diterima, kemudian tentu saham pendiri akan terdilusi," papar Karaniya.

Berbeda jika pendiri yang akan menambah sendiri modal usaha, maka saham tidak akan terdilusi.

"Jadi sekarang pemegang saham Ovo sudah sangat diverse (beragam)," ungkap Karaniya.

Karaniya memaparkan, Ovo didirikan oleh Lippo seperti Bukalapak yang didirikan oleh Achmad Zaky atau Gojek oleh Nadiem Makarim. Sehingga, tidak mungkin Lippo melepas saham Ovo. Karaniya memaparkan justru saat ini perusahaan tengah melakukan pencarian modal karena bisnis Ovo yang semakin besar.

"Perusahaan teknologi ini kan melakukan kampanye dan marketing. Usahanya semakin besar. Karena itu harus melakukan fund raising. Wajar kan?" ungkap Karaniya.

Isu ini kembali ramai usai pendiri sekaligus pemilik Lippo Group Mochtar Riady mengungkap pihaknya akan menjual dua pertiga saham perusahaan Ovo.

"Bukan melepas, kami menjual sebagian. Sekarang (saham) kami mungkin tinggal 30 persen. Dua pertiga kami jual," kata Mochtar Riady dikutip dari Antara saat ditemui pada acara Indonesia Digital Conference 2019 di Jakarta, Kamis (28/11).

Mochtar menegaskan alasan Lippo Group sebagai pemegang saham utama Ovo menjual dua pertiga kepemilikan saham tersebut karena tidak kuat memasok dana atau 'bakar uang' dengan layanan gratis, diskon hingga 'cash back' yang diberikan Ovo.

Ovo telah aktif memberikan promosi diskon dan 'cash back' untuk menjaring pengguna. OVO disebut-sebut menjadi penantang Gopay di pasar uang elektronik.

"Alasannya, terus bakar uang. Bagaimana kami kuat," kata Mochtar. (jnp/age)