Sebelumnya, pembentukan superholding BUMN merupakan rancangan Kementerian BUMN jangka panjang. Rencana ini masif digaungkan pada era kepemimpinan Rini Soemarno.
Dalam debat capres 2019-2024, Presiden Joko Widodo mengatakan holding dan superholding BUMN dilakukan agar perusahaan pelat merah bisa semakin besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang akhirnya tidak terjadi kanibal di antara mereka," ungkapnya.
Erick menyebut perubahan konsep tersebut mendukung rencananya untuk memperbaiki model bisnis beberapa BUMN, yang dinilainya masih belum fokus.
PANN sendiri merupakan perusahaan pembiayaan (multifinance) yang bergerak di bidang pembiayaan kapal. Perusahaan berdiri sejak 1974 dengan modal dasar Rp 180 miliar.
Menurut Erick, alasan dibalik sekaratnya PANN adalah model bisnis yang tidak fokus. Diketahui, selain kapal, PANN juga memiliki leasing pesawat terbang dan bisnis perhotelan.
"Bagaimana perusahaan leasing bisa hidup kalau tadi sejarahnya ada leasing pesawat terbang, lalu tiba tiba ada bisnis hotel? Semua BUMN ini punya bisnis hotel. Nah, ini kenapa kira harus konsolidasi semua sesuai dengan core bisnisnya," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN]
Selain PANN, contoh lain yang diberikan Erick adalah Garuda, yang menurutnya kurang produktif lantara harus mengurusi manajemen penangan pesawat di darat (ground handling) yang seharusnya dapat dilakukan oleh PT Angkasa Pura (AP)
"Kenapa harus ada overlapping yang akhirnya kontraproduktif," tuturnya.